SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Sabtu, 31 Oktober 2015

Tradisi Napak Tilas Kodam IX/Udayana

Kodam IX/Udayana mengelar acara Tradisi Napak Tilas dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 1 Nopember 2015 bertempat di daerah Pulaki Komplek Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI M Setyo Sularso, S.I.P. yang dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober sampai dengan 1 Nopember 2015 dengan mengambil start di Pura Belatung Pulaki dengan menempuh jarak kurang lebih 16 km direncanakan berakhir di Monumen Gelar Lermbah Merdeka.

Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat mulai dari senam pemanasan serta pengarahan Pangdam menjelang pemberangkatan pada pukul 09.00 wita dengan jarak tempuh kurang lebih 7 km dengan menyisiri lembah, sungai dan perbukitan, kemudian untuk route selanjutnya akan dilaksanakan pada hari ke dua tanggal 1 Nopember dengan jarak tempuh kurang lebih 9 km dan finis di Monumen Gelar Lembah Merdeka.

Kodim 1618/TTU Panen Raya Bersama KWT Dahlia

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Dodi Diantoro hadir pada panen raya yang di gelar Kodim 1618/TTU bersama Kelompok Wanita Tani Dahlia, Jumat (30/10) di Kelurahan Bitauni, Kecamatan Insana, Timur Tengah Utara.

Kerjasama atau Demplot antara Kodim 1618/TTU dengan Kelompok Wanita Tani Dahlia hasil nyatanya terlihat pada saat panen raya ini dimana produksi dan kualitas padi yang dihasilkan sangat baik. Panen kali ini dilaksanakan pada lahan seluuas 40 Ha, dengan rata-rata padi yang dihasilkan mencapai 5 ton per hektarnya. Sungguh suatu hasil panen yang optimal sejalan dengan apa yang menjadi target dari program swasembada pangan dari pemerintah. Sebagaimana diketahui Kelompok Wanita Tani Dahlia beranggotakan 20 orang, sementara di Kelurahan Bitauni sendiri terdapat 13 kelompok tani dengan jumlah anggota seluruhnya sebanyak 180 orang.



Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Dodi Diantoro yang hadir bersama Muspika Kecamatan Insana, Pa Staf Kodim, Ketua Persit Cabang Kodim Kodim 1618/TTU, Anggota Koramil 1618-04/Bisel dan anggota KWT Dahlia pada acara panen raya ini, mengatakan kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang dilimpahkan pada panen kali ini dimana hasilnya maksimal semoga semua ini membawa kemakmuran buat kita semua terkhusus lagi kepada para anggota kelompok tani. Sementara kepada para Babinsa, Dandim 1618/TTU mengingatkan untuk terus melakukan kerjasama pengawalan dan pendampingan kepada para petani sebagai suatu bentuk kemanunggal TNI dengan masyarakat untuk terwujudnya program pemerintah terkait swasembada dan ketahanan pangan.

Kodim 1605/Belu Rehabilitasi Rumah Veteran

Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Moch. Nanang mengatakan, saat ini satuannya sedang melaksanakan pengerjaan rehabitasi beberapa rumah Veteran yang ada di wilayah kerjanya, Jumat (30/10) di Atambua, Belu, NTT.

Menurut Dandim, rumah veteran yang direhabilitasi atau diperbaiki memang kondisinya sudah tidak layak huni. Untuk itu, di wilayah Kodim 1605/Belu memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan pegerjaan rehab rumah tidak layak huni ini sebanyak 25 buah yang tersebar di Wilayah Tasifeto Timur sebanyak 5 rumah dengan rincian 3 buah rumah sudah terselesaikan sedangkan 2 rumah dalam proses pengerjaan.

Untuk Wilayah Tasifeto Barat terdapat 16 rumah yang mendapatkan program ini dengan rincian 4 buah rumah masih proses pengerjaan dan 12 buah rumah sudah pemasangan pondasi. Sementara di Wilayah Kobalima ada 4 rumah yang dikerjakan dengan rincian 1 buah rumah sudah selesai, 2 buah rumah masih proses pengerjaan dan 1 buah rumah sudah dipasang pondasi.

Program rehabilitasi rumah ini merupakan kerjasama antara pihak TNI dengan PT. Angkasa Pura sebagai wujud kepedulian kepada para Veteran yang diharapkan dapat hidup layak dan pantas selaras dengan perjuangan dan dharma bhakti yang mereka lakukan di masa lalu saat mereka masih aktif sebagai abdi negara.

Danramil 1605-05/Kobalima : Berikan Ceramah Belneg Dan Sishanta

Danramil 1605-05/Kobalima, Mayor Inf I Gusti Made Sweda memberikan pembekalan materi ceramah tentang bela negara dan sistem pertahanan semesta (Sishanta), Jumat (30/10) di dua tempat berbeda di Atambua, Kabupaten Belu.

Ceramah tentang bela negara diberikan kepada Pemuda Katholik Atambua yang tergabung dalam PMKRI Cabang Atambua. Ceramah yang dilaksanakan diikuti oleh 35 orang anggota PMKRI Atambua yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pertanian Pemkab Belu.

Mayor Inf I Gusti Made Sweda menyampaikan bahwa program bela negara yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertahanan bukan dimaksudkan untuk melakukan militerisasi kepada warga sipil tetapi lebih kepada pemahaman tentang wawasan kebangsaan sehingga setiap warga negara di republik tercinta ini mempunyai pemahaman yang sama tentang cinta tanah air, patriotisme dan nasionalisme yang bermuara pada persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI. Kebhinnekaan yang ada adalah sebagai perekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan sebaliknya untuk dijadikan hambatan. Untuk itu Danramil 1605-05/Kobalima mengajak para pemuda yang tergabung dalam wadah PMKRI ini untuk dapat menjadi pelopor dan menjadi contoh kepada komponen masyarakat lainnya dalam rangka menanamkan wawasan kebangsaan yang benar sehingga setiap orang akan memahami Ke-Indonesiaannya secara baik dan mempunyai suatu kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Sementara itu Ketua Pembina Pemuda Katholik Cabang Atambua Bapak Luis menyambut positif pemberian wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda yang menurutnya sangat mutlak dalam rangka pembentukan karakter building generasi muda bangsa ini.

Di tempat terpisah Danramil 1605-05/Kobalima kembali memberikan ceramah tentang sistem pertahanan semesta kepada peserta pendidikan dan latihan (Diklat) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu yang bertempat di Aula Emaus Nenuk Atambua. Dalam ceramah yang diikuti oleh 70 orang peserta ini, Danramil mengatakan bahwa pertahanan semesta atau pertahanan bangsa akan terwujud dengan melibatkan peran serta dari segenap komponen bangsa, termasuk didalamnya peran para Polisi Pamong Praja sebagai bagian dari komponen masyarakat. Menurutnya sistem pertahanan terbaik adalah bagaimana mengoptimalkan potensi rakyat sebagai sesuatu kekuatan yang secara bahu membahu bersama komponen bangsa lainnya untuk dapat menjaga keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanggapan dari Ketua Panitia Kegiatan ceramah ini, Bapak Raimundus, menyatakan di tengah degradasi moral yg terjadi saat ini, tanggung jawab terhadap pertahanan dan keamanan menjadi tugas dan tanggung jawab segenap komponen bangsa dan menempatkan TNI sebagai komponen utama pertahanan tanpa mengabaikan peran serta dari komponen bangsa lainnya. Disinilah sesungguhnya kekuatan pertahanan bangsa yang kita miliki, pungkasnya.

Jumat, 30 Oktober 2015

Danrem 161/WS : Perbatasan Adalah Etalase Sebuah Negara

Danrem 161/WS, Brigjen TNI Heri Wiranto, S.E.,M.M., saat meninjau program budidaya kelor di Dusun Welasakar mengatakan, keamanan di perbatasan harus diperketat, hal ini disampaikan, Selasa lalu (27/10) pada saat berkunjung ke Dusun Welasakar, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. 

Ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Danrem di wilayah Kodim 1605/Belu dalam rangka menghadiri penutupan TMMD ke 95 Ta. 2015 sekaligus mengecek kesiapan rencana kunjungan Menko Polhukam pekan depan. Menurut Danrem 161/WS, kondisi keamanan perbatasan sudah cukup baik karena unsur-unsur seperti Satgas Pamtas maupun unsur lainnya sudah melakukan tugas dengan baik. Sistem pelintasan batas dengan pembangunan Pos Lintas Batas (PLB) baik di Motain, Motamasin dan Wini sudah disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga siapapun melintasi batas negara harus taat aturan.

Dikatakan juga, bahwa perhatian kepada wilayah perbatasan tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI-Polri, melainkan semua pihak terkait termasuk pemerintah dan masyarakat. Karena wilayah perbatasan bukanlah wilayah terbelakang dari sebuah negara, akan tetapi adalah wilayah terdepan atau etalase sebuah negara. Itulah sebabnya pembangunan daerah perbatasan menjadi prioritas perhatian pemerintah.

Berbagai infrastruktur, sarana prasarana dibangun dalam rangka untuk membenahi wilayah perbatasan negara kita, khususnya di NTT yang berbatasan langsung dengan negara tetangga RDTL, antara lain pembangunan Pos Lintas Batas, Waduk Ratiklot di Desa Ainiba, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu serta bantuan rumah layak huni kepada warga baru dan pembangunan sarana kesehatan seperti Puskesmas, pelebaran dan peningkatan ruas jalan sabuk perbatasan sepanjang 47 kilometer.

Apabila semuanya sudah dibangun, maka masyarakat di perbatasan akan menjadi nyaman dan bisa terlibat didalamnya untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan negara di perbatasan.