SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Jumat, 12 Juni 2015

Kodim 1610/Klungkung Dampingi Warga Subak

Koramil 1610-02/Banjarangkan, PPL dan Petani Subak Delundung dengan penuh semangat melaksanakan pemupukan padi pada lahan milik petani yang luasnya sekitar 50 are, Kamis (11/6) di Subak Delundung, Dusun Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Kusamba, Klungkung.

Pendampingan secara koinsisten yang dilakukan Kodim 1610/Klungkung bersama Instansi terkait dan para petani dalam upaya mendukung tercapainya Swasembada Pangan yang di programkan oleh Pemerintah tersebut, sangat dirasakan hasilnya oleh para petani atas hasil yang didapatnya rata-rata mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil panen sebelumnya.

Seperti yang terlihat pada suasana di pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita kemarin bertempat di Subak Delundung Dusun Lepang Desa Takmung, dilaksanakan kegiatan pemupukan padi oleh Koramil 1610-02/Banjarangkan bersama PPL dan Petani Subak Delundung, Dusun Lepang, Desa Takmung pada lahan sawah milik I Wayan Wenten, Mangku Budiana dan Made Narsa dengan luas lahan sekitar 50 are dengan menggunakan Pupuk Phonska sebanyak 150 kg. 

Hadir juga dalam kegiatan pemupukan, diantaranya : Camat Banjarangkan, Danramil 1610-02/Banjarangkan, PPL dan warga subak sebanyak 70 orang.

Kamis, 11 Juni 2015

Babinsa Koramil 1610-03/Dawan Vaksin 45 ekor anjing

Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila. Di Bali hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Daerah khususnya Dinas Kesehatan. Sehubungan dengan hal tersebut Dinas Peternakan Kelungkung I Nengah Muliawan, Made Kendra, Made Suamba didampingi Babinsa Koramil 1610-03/Dawan Serda I Gede Adiasa, Babinkabtibmas, Dan Warga Desa Negari Melaksanakan Vaksin Anjing sebanyak 45 ekor Rabu (10/6) di Desa Negari Kelungkung. 

Kodam IX/Udayana menggelar Advokasi Dansat penanggulangan HIV-AIDS

Korban yang terinfeksi HIV-AIDS di Indonesia setiap tahun semakin meningkat, baik di lingkungan masyarakat maupun anggota TNI sehingga berbagai upaya dilaksanakan seperti yang dilaksanakan Kodam Kamis (10/6) bertempat di Aula Makodam IX/Udayana.

Pada kesempatan tersebut Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr.Danurrendra Sp.B mewakili Pangdam IX/Udayana membuka acara Advokasi Dansat tentang Penanggulangan HIV-AIDS di Jajaran Kodam IX/Udayana Tahun 2015, acara tersebut mendatangkan Tim dari pusat yang dipimpin Kolonel Ckm dr. I Gusti Bagus Juniantara, Sp.BO., Dalam sambutan tertulis Pangdam yang dibacakan Kakesdam IX/Udayana, pangdam menyampaikan bahwa Harapan Pangdam mudah-mudahan acara yang berlangsung satu hari penuh ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua tentang pentingnya penanggulangan HIV-AIDS di jajaran Kodam IX/Udayana. Seluruh peserta nantinya harus dapat berbuat maksimal untuk mencegah penyebaran HIV-AIDS terutama di lingkungan kerja masing-masing. Pencegahan penyebaran HIV-AIDS harus terus diupayakan karena sampai sekarang belum ditemukan jenis obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Jika seseorang atau prajurit terkena HIV-AIDS maka resiko yang ditimbulkan bukan hanya berdampak kepada yang bersangkutan saja melain-kan juga kepada anak dan isterinya. 

Harapan Pangdam seluruh peserta advokasi supaya memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan oleh Tim serta tanyakan apabila ada hal-hal yang kurang jelas dan belum dimengerti. Semua informasi yang didapat dalam advokasi ini hendaknya pada kesempatan pertama segera disosialisasikan kepada para prajurit di jajaran masing-masing.

Hadir pada acara Advokasi Dansat penanggulangan HIV-AIDS diantaranya : Ketua Tim Kolonel Ckm dr. I Gusti Bagus Juniantara, Sp.BO., beserta rombongan , Asrendam, para Asisten Kasdam, Perwira Staf Ahli, LO AL serta para Dan/Kabalak Satuan Jajaran Kodam IX/Udayana.

Rabu, 10 Juni 2015

Kodam IX/Udayana Gelar Pasukan Pengamanan VVIP

Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Hadi Kusnan mendampingi Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP Kamis (10/6) di Lap. Lagoon Nusa Dua. 

Apel gelar pasukan pengamanan ini merupakan dalam rangka kunjungan Kerja Presiden Republik Indonesia dan Ibu Hj. Iriana Joko Widodo beserta rombongan dalam rangka membuka Pesta Kesenian Bali Ke-37 serta Kunjungan Kerja Wakil Presiden Republik Indonesia dan Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla beserta rombongan dalam rangka membuka acara International Student Energy Summit Tahun 2015 di Provinsi Bali dalam keadaan sehat wal’afiat.

Pada apel gelar Pasukan tersebut Kapolda Bali membacakan amanat Pangdam IX/Udayana, Pangdam dalam amanat tertulisnya menyampaikan bahwa Agar pengamanan VVIP nanti berjalan dengan lancar dan aman maka perlu dilaksanakan Apel Gelar Pasukan. Apel gelar Pasukan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan pasukan pengamanan baik secara perorangan maupun satuan sesuai Prosedur Tetap (Protap) VVIP sehingga tidak terjadi tumpang tindih maupun salah prosedur. Kodam IX/Udayana selaku Koops Pam VVIP wilayah Bali Nusra dibantu Polda dan Pemerintah Daerah setempat serta unsur pendukung lainnya bertugas melaksanakan pengamanan VVIP. Dalam pelaksanaannya diperlukan kejelasan tugas, tanggung jawab dan rantai komando yang efektif dan efisien sehingga tujuan maupun sasaran pengamanan dapat tercapai secara optimal. Pangdam juga menekankan beberapa hal diantaranya :Pertama, pahami dan kuasai Prosedur Tetap pengamanan VVIP sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kedua, pegang teguh disiplin dengan memahami rantai komando yang efektif dan efisien agar tugas pengamanan dapat terlaksana dengan baik. Ketiga, cegah terjadinya kelengahan dengan cara meningkatkan kepekaan terhadap segala kemungkinan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak lain. Keempat, jangan ragu dalam bertindak dan tingkatkan koordinasi secara optimal dengan seluruh unsur yang terkait dalam tugas pengamanan ini. Kelima, cermati dan ikuti perkembangan situasi secara terus menerus dan laporkan dengan segera bila terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan tugas. Keenam, pengamanan VVIP ini jangan dianggap sebagai kegiatan pengamanan rutin yang telah biasa dilakukan. Harapan Pangdam Keenam penekanan ini harus benar-benar dipedomani dan dipahami oleh seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Pengamanan kali ini. 

Hadir pada acara Apel gelar Pasukan diantaranya unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali , Para Asisten Kasdam IX/Udayana serta para Dansatgas dan para Dansubsatgas serta seluruh personel Satgas Pengamanan.

Danrem 162/WB, Lamdo Harus Bangga Produk Sendiri

Danrem 162/WB Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, S.T., M.Si. menghadiri acara pelantikan pengurus Lamdo periode 2015 s/d 2020, Selasa (9/6) di Gedung Pertemuan Paruga Samakai, Kab.Dompu. 

Lembaga Adat Masyarakat Donggo (Lamdo) adalah merupakan penduduk asli masyarakat Bima yang sudah bertahun-tahun merantau dan menetap di Dompu. Untuk lebih memudahkan komunikasi antar mereka dan dengan pemerintah maupun dengan lembaga yang lain, mereka membentuk suatu wadah atau lembaga adat yang mereka namai dengan Lamdo. 

Hadir dalam acara tersebut Kapolda NTB Brigjen Pol Sriyono, Ketua DPRD Kab. Dompu, Bupati dan unsur SKPD Kab. Dompu, sejumlah Toga, Tomas, Todat dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya Danrem 162/WB menyampaikan ucapan selamat kepada Drs.Nasrullah dan pengurus lainnya yang dipercaya oleh masyarakat Lamdo untuk masa periode 2015 s/d 2020. Selain itu, Danrem juga menyampaikan kepada masyarakat Lamdo berkaitan dengan masalah kebanggaan untuk memakai dan mau menghargai terhadap produk sendiri, karena kalau kita sudah tidak bangga terhadap hasil karya sendiri dan selalu membanggakan produk luar, terus kapan kita mau maju ?

Selanjutnya berkaitan dengan pendampingan TNI dalam rangka mensukseskan swasembada pangan terutama pada jenis makanan pokok Pajale ( Padi, Jagung dan Kedelai) di wilayah Kab. Dompu, Danrem 162/WB berpesan, bila mana masyarakat petani mengalami kendala dilapangan untuk menghubungi para PPL dan Babinsa yang berada di desanya, karena para Babinsa tersebut telah mendapatkan Diklat mengenai tanaman Pajale tersebut. Untuk itu masyarakat Lamdo harus bangga dengan karyanya dan selalu bersama-sama dengan pemerintah dan elemen mayarakat lainnya dengan memegang teguh dan mengamalkan sendi-sendi Pancasila dan UUD 1945, memerangi dan menolak ISIS dengan segala bentuknya serta menolak aliran radikalime yang selama ini telah meresahkan masyarakat, termasuk didalamnya perang melawan narkoba dan segala bentuk Miras.