SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Selasa, 24 Maret 2015

Babinsa Koramil 1610-01/Klungkung mendampingi pendistribusian pupuk

Serma I Ketut Yasa Babinsa Koramil 1610-01/Klungkung melaksanakan pendampingan pendistribusian pupuk urea dan pupuk organik Selasa (24/3) di Subak Pegatepan Desa Gelgel Kecamatan Klungkung 

Pendistribusian pupuk urea dan pupuk organik diserahkan kepada Klian Subak Pegatepan I Wayan Karta Desa Gelgel Kecamatan Klungkung untuk pendistribusian pupuk kepada warga subak Pegatepan. Kodim 1610/Klungkung bersama warga subak memandang perlu untuk mensukseskan dan mewujudkan Aksi Swasembada Pangan di wilayah Kabupaten Klungkung melalui kegiatan Aksi Swasembada Pangan untuk membantu pemerintah daerah Kabupaten Klungkung dalam percepatan target swasembada pangan di wilayah Kabupaten Klungkung yang telah diprogramkan oleh pemerintah. (MMC IX/Udayana)

Babinsa Koramil 1606-03/Bayan Buka Saluran Air

Minggu (22/3) anggota Koramil 1606-03/Bayan Kab.Lombok Utara bersama warga melaksanakan Kerja Bhakti mengangkat tanah dan bebatuan yang menumpuk akibat longsor di Dusun Beraringan Desa Bayan Kec. Kayangan KLU. 
Karena hujan beberapa hari yang lalu, saluran irigasi yang mengaliri lebih dari 150 H sawah di Dusun Beraringan tertimbun reruntuhan tanah dan bebatuan akibat longsor. Kondisi ini membuat saluran irigasi tersebut tidak dapat mengaliri areal persawahan warga, sehingga kalau dibiarkan ratusan hektar sawah di kawasan tersebut terancam kekeringan. 
Danramil 1606-03/Bayan Kapten Inf Sulendra S.H menghimbau kepada warganya untuk lebih hati-hati terutama warga yang tinggal di daerah perbukitan maupun yang kanan dan kiri rumahnya dekat dengan pohon yang mudah patah/tumbang, karena berkaitan dengan adanya musibah seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia rata-rata sulit untuk dipastikan kapan musibah akan terjadi, termasuk kawasan wilayah kita yang terjal dan gundul karena penebangan pohon merupakan salah satu indikasi kawasan yang rawan bencana alam tanah longsor. Selain itu jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng > 220 juga memiliki potensi terjadinya tanah longsor terutama bila terjadi hujan yang deras seperti kemarin.
Dengan adanya pelaksanaan karya bhakti TNI dan masyarakat, warga desa Beraringan sangat berterima kasih karena dengan TNI turun langsung ke lapangan seperti ini pekerjaan cepat selesai.
Hadir dalam pelaksanaan gotong royong tersebut Kepala Desa Beraringan dan beberapa kelompok tani yang sawah maupun ladangnya mendapat aliran air dari irigasi tersebut.(MMC IX/Udayana).

Danrem 162/WB Tanamkan Wawasan Kebangsaan Pada Santri Pancor

Danrem 162/WB bersama Gubernur NTB pada Minggu (22/3) memberikan materi wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) Pancor bertempat di Aula YPH PPD NW Pancor. Danrem 162/WB disambut langsung oleh Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW). 
Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi lalu Rudy Irham Srigede, S.T., M.Si. menyampaikan materi mengenai wawasan kebangsaan kepada seluruh Santri yang ada di Ponpes NW. Danrem 162/WB mengatakan bahwa masyarakat Indonesia saat ini banyak yang ingin sendiri-sendiri dalam mensejahterakan dirinya sendiri, bahkan perpecahan dan konflik internal antara masyarakat Indonesia banyak ditemukan, sehingga terjadi konflik-konflik internal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Itu merupakan langkah dari negara-negara lain yang ingin menjajah kembali Indonesia dengan cara melakukan provokasi dan mengadu domba masyarakat. Untuk menyikapi persoalan tersebut, semua masyarakat Indonesia harus bangga kepada negaranya sendiri dan harus tetap berpegang teguh kepada pancasila dan UUD 45 serta mengacu kepada filosofi sumpah pemuda, meningkatkan wawasan kebangsaan kita untuk menciptakan kualitas hidup dan keutuhan NKRI. 

Setelah memberikan materi wawasan kebangsaan di Ponpes Nahdlatul Wathan, Danrem 162/WB kemudian melajutkan kegiatannya ke Ponpes Darulyatama Walmalakin di Jero Waru Kab. Lotim, untuk melaksanakan kegiatan silaturrahmi dengan TGH M Sibawaihi.(MMC IX/Udayana).

Senin, 23 Maret 2015

Pangdam Beri Pembelakan Mahasiswa Unniversitas Pertahanan

Pangadam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Torry Djohar Banguntoro memberikan pembekalan kepada Mahasiswa Unhan yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Dalam Negeri di Provinsi Bali, Pada (23/3) bertempat di Ruang Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali.

Mengawali Kegiatan pembekalan ini Pangdam IX/Udayana menyampaikan ucapan terimakasih dan rasa bahagia serta merasa terhormat mendapat kesempatan untuk memberikan materi di forum Kuliah Kerja Dalam Negeri ini, oleh karena itu Pangdam berharap agar para peser dapat menyimak materi tentang “Sinergitas dan Kerjasama Kodam IX/Udayana dengan Elemen Masyarakat dalam Menghadapi Bahaya Ancaman di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara” sehingga materi yang disampaikan akan dapat memberikan kontribusi positif dan bermanfaat dalam menyelesaikan tugas-tugas Kulian Dalam Negeri ini.

Selanjutnya Pangdam memaparkan meteri mulai dari posisi Geografi Indonesia yang terdiri dari beribu pulau membentang dari Sabang samapai Merauke dan sangat kaya dengan kekayaan alam, oleh karena itu tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi objek persaingan kepentingan nasional berbagai negara, sehingga diperlukan langkah antisipasi dan persiapan yang matang agar Bangsa Indonesia mampu menjamin tetap tegaknya keutuhan dan kedaulatan NKRI, Kita harus menyadari adanya tantangan dan ancaman negara lain.

Perlu dipahami saat ini sifat dan karakteristik perang telah bergeser, ancaman dalam bentuk perang konvensional jelas tidak mungkin namun tuntutan kepentingan negara atau kelompok tertentu telah menciptakan berbagai macam jenis perang baru, antara lain perang asimetris, perang hibrida dan perang proxy. Proxy (Proxy War) adalah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan untuk mengurangi resiko konflik langsung yang berdampak pada kehancuran fatal, terus bagaimana dengan Indonesia saat ini ?

Sadar atau tidak, dewasa ini sudah mulai terasa adanya Proxy War di Indonesia, ada kekuatan yang hendak melemahkan negara kita dengan cara mengadu domba, memprovokasi dan menyebar fitnah lewat media massa dan media sosial lainnya dan pada akhirnya bertujuan untuk memecah belah kerukunan, persatuan dan kesatuan yang sudah terbangun dengan baik selama ini.

Untuk mencegah hal ini diperlukan adanya koordinasi dan sinergitas antara satu sama lain, sebagaimana yang telah diupayakan dan ditempuh Kodam IX/Udayana yaitu senatiasa menjalin dan meningkatkan sinergitas serta kerjasama antara Kodam IX/Udayana dengan instansi terkait dan ancaman di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, demikian tegas Pangdam.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Unhan, Mayor Jenderat TNI I W Midhio, Darem 163/Wirasatya, Asintel, Aster Kasdam IX/Udayana dan Kapendam IX/Udayana, Karoops Polda Bali serta Perwakilan Pemda Prov Bali. (MMC IX/Udy)

Babinsa Ramil 1606-10/Gangga bantu bangun Masjid

TNI dimanapun berada dan bertugas tidak boleh melupakan jati dirinya sebagai tentara pejuang dan tentara rakyat, sebagai Tentara satuan kewilayahan harus mengetahui kondisi wilayahnya dan harus selalu siap membantu warganya yang mengalami kesulitan. Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Ramil 1606-10/Gangga ini pada hari minggu (22/3), bersama dengan masyarakat, para Babinsa yang ada di Koramil 1606-10/Gangga 

Bahu-membahu bergotong-royong menyelesaikan membangun Masjid. Kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan ini, merupakan salah satu upaya TNI dalam membantu masyarakat yang ada di Kec Gangga Kab. KLU dalam menyelesaikan pembangunan tempat Ibadah yakni Masjid Al Hakim yang ada di desa Genggelang Kec. Gangga Kab. KLU sehingga dapat cepat dipergunakan oleh masyarakat setempat. Dalam kegiatan karya bhakti yang dilakukan di Masjid Al Hakim ini, tidak hanya TNI dan masyarakat saja yang hadir namun dari pihak kepolisian juga turut membantu, dengan adanya kegiatan karya bhakti serta gotong-royong yang dilaksanakan oleh masyarakat dan TNI ini, diharapkan proses pembangunan Masjid dapat cepat selesai, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan yang lainnya dengan nyaman. (MMC IX/Udayana)