SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Senin, 21 Desember 2015

Timsus Kodim 1620/Loteng Kembali Menangkap Pelaku Ilegal Loging

Timsus Kodim 1620/Loteng kembali menangkap pelaku ilegal loging pada saat melaksanakan kegiatan Pamkat, Senin (21/12) di Dusun Gunung, Desa Aik Berik, Kec. Batukliang Utara, Kab. Loteng.

Sekitar empat kubik kayu Mahoni dalam bentuk gelondongan yang diangkut oleh satu truk Mitsubishi Counter dengan Nopol DR 8555 KA serta satu mobil open cup dengan Nopol DR 9616 AE berhasil diamankan oleh Timsus Kodim 1620/Loteng yang diketuai oleh Pelda Awaludin.

Penangkapan tersebut terjadi ketika Timsus Kodim 1620/Loteng yang berjumlah enam orang melaksanakan kegiatan Pamkat kewilayah Jonggat, Kec. Batukliang Utara, kemudian saat itu Timsus ini melihat satu unit truk melintas dengan membawa kayu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat yaitu saudara Hirto Handoyo mengatakan bahwa ada dua mobil yang keluar dari hutan lindung Pondok Gedang membawa kayu Mahoni, saat kedua mobil yakni mobil truk dan open cup tersebut diikuti, kemudian keduanya ditemukan berada di belakang rumah warga yang beralamat di Dusun Gunung Jae Desa Aik Berik. Setelah diperiksa salah satu sopir dari kedua mobil tersebut sudah melarikan diri dan satunya lagi diamankan ke Makodim 1620/Loteng untuk dimintai keterangan dan selanjutnya akan diserahkan ke aparat terkait.

Pangdam IX/Udayana Hadiri Peringatan HKSN, Hari Ibu Dan Hut Ke 57 Provinsi NTT

Puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dan Hari Ibu Secara Nasional Tahun 2015 sekaligus Hari Ulang Tahun Ke 57 Provinsi Nusa Tenggara Timur dilaksanakan secara terpusat, Minggu (20/12) di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jalan Eltari, Kecamatan Kota Raja, Kupang.

Hadir beberapa tamu penting pada kegiatan ini, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Ibu Puan Maharani, Menteri Sosial RI Ibu Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Ibu Yohana Susana Yembise, Para Gubernur atau Penjabat Gubernur Provinsi, termasuk pejabat militer seperti, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI M. Setyo Sularso beserta Ibu, Pangkoopsau II beserta Ibu, Deputi Bidang Operasi SAR Mayjen TNI Heronimus Guru, M.Si, Danrem 161/WS beserta Ibu, Danlantamal VII Kupang beserta Ibu, Kapolda NTT beserta Ibu, Kabinda NTT, Danlanud Eltari Kupang beserta ibu serta Para Pimpinan Forkompinda Provinsi NTT, FKUB, SKPD di lingkup Provinsi NTT, Para Bupati dan Walikota, Ibu-ibu PKK dari seluruh Indonesia serta diikuti sekitar 2.000 orang yang terdiri dari tamu undangan dari pusat, seluruh Provinsi di Indonesia, para penerima penghargaan sosial, peserta nikah massal, dan masyarakat Kota Kupang serta tamu undangan lainnya.

Ada tiga tema utama yang diusung pada kegiatan ini antara lain, Tema peringatan HKSN "Ayo Kerja Bersama Membangun Indonesia Sejahtera ". Tema Peringatan Hari Ibu "Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki Dalam Mewujudkan Lingkungan Yang Kondusif Untuk Perlindungan Perempuan Dan Anak". Serta Tema HUT Ke 57 Provinsi NTT, "Dalam Rangka Memperkuat Kesetiakawanan Sosial Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial.

Untuk tahun ini pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada Provinsi NTT sebagai tuan rumah kegiatan nasional bersekala besar ini sebagai suatu bentuk komitmen untuk membangun Indonesia menyisir dari wilayah pinggir seperti yang disampaikan oleh Menteri Sosial RI.

Rangkaian kegiatan peringatan ini dikemas sedemikian rupa diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu Mars Kesetiakawanan Sosial dan lagu Mars Hari Ibu. Kemudian ditampilkan visualisasi tentang revolusi mental karakter bangsa dan pembacaan sejarah hari Ibu.

Acara dilanjutkan sambutan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Prosesi penyerahan Pataka KSN dari Gubernur NTT kepada Menteri Sosial, yang selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah peringatan HKSN Tahun 2016.

Kemudian Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan RI Ibu Puan Maharani yang mewakili Presiden memberikan sambutan terkait pelaksanaan peringatan HKSN dan Hari Ibu Tahun 2015 ini. 

Menko PMK pada kesempatan ini juga menyerahkan penghargaan berupa lencana Satya Lancana Kebaktian Sosial yang didahului pembacaan surat Keputusan Presiden kepada beberapa warga negara yang telah berjasa dan mendharma bhaktikan dirinya pada kegiatan-kegiatan sosial, kemudian penyerahan penghargaan dalam rangka Hari Ibu serta penyerahan bantuan-bantuan lainnya.

Terkait HKSN diserahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Juga pada kesempatan ini diserahkan Akta Nikah kepada peserta nikah masal dan Akta Lahir. Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan juga diserahkan 50.000 bibit pohon Jambu. 

Sementara untuk peringatan Hari Ibu diserahkan bantuan Sembako, mesin jahit dan peralatan salon kecantikan untuk memacu usaha ekonomi kecil dan kreatif.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan Peluncuran Gerakan Indonesia menyapa dan sebar S.O.S ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia menyapa, penekanan tombol sirine dilanjutkan dengan pembacaan Testimoni Presiden RI tentang "He for She" oleh Gubernur NTT.

Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan persembahan tarian medley kolosal Flobamorata yang menggambarkan keberadaan lima etnik besar di Provinsi NTT, sesudahnya dilanjutkan ramah tamah dengan peserta nikah massal penerima akte lahir dan masyarakat penerima manfaat serta peninjauan Festival Flobamorata.

Minggu, 20 Desember 2015

Tatap Muka Ketua Persit KCK Daearah IX/Udayana Dengan Anggota Persit KCK Koorcab Rem 161/WS

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IX/Udayana Nyonya M. Setyo Sularso melaksanakan tatap muka dengan Pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 161, Sabtu (19/12) bertempat di Aula Serbaguna Makorem 161/WS.

Kehadiran Ibu Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana beserta pengurus disambut oleh Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161, Nyonya Heri Wiranto yang didampingi oleh Pengurus Koorcab Rem 161.

Acara Tatap Muka ini diawali dengan sambutan Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 yang mana secara pribadi dengan rasa hormat dan penuh kebahagiaan mengucapkan selamat datang kepada Ibu Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana beserta rombongan di Korem 161/WS.

Terima kasih tak terhingga kami sampaikan atas berkenannya Ibu Ketua beserta rombongan untuk hadir dan bertatap muka dengan pengurus beserta anggota Persit KCK Koorcab Rem 161. Disampaikan juga permohonan maaf seandainya dalam penyambutan dan selama kegiatan ada hal-hal yang tidak berkenan. Ketua Koorcab juga menyampaikan kondisi organisasi Persit KCK yang dipimpinnya di Koorcab Rem 161 dimana secara kondisi geografis letak organisasi cabang dan ranting dengan jarak berjauhan yang memiliki jarak daratan cukup jauh dan dipisahkan oleh lautan.

Namun demikian kondisinya, acara tatap muka ini memiliki makna yang penting dan sangat berharga bagi seluruh pengurus dan anggota guna mempererat tali silahturahmi, rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara anggota yang tentunya untuk saling mengenal lebih dekat serta mendapatkan informasi yang aktual dan positif.

Sementara itu Nyonya M. Setyo Sularso selaku Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana merasa bahagia bisa bertatap muka langsung bersilahturahmi dengan Pengurus dan anggota Persit Koorcab Rem 161 dan Persit KCK Brigif 21/Komodo sekaligus untuk memperkenalkan diri sehubungan saat ini menjabat sebagai Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana yang baru.

Dalam arahnya Ibu Ketua mengucapkan selamat Hari Ibu yang puncak peringatannya secara nasional bersamaan dirayakan dengan Hari Kesetiakawanan Nasional tanggal 20 Desember 2015 yang diselenggarakan di Kupang. 

Ibu Ketua juga menyampaikan bahwa makna Hari Ibu adalah sebagai momentum untuk mengenang semangat perjuangan kaum ibu dalam upaya perbaikan kualitas Bangsa Indonesia. Hal inilah menjadi penyemangat bagi kaum perempuan dari berbagai latar belakang dan lintas generasi untuk terus bersatu dan ikut ambil bagian dalam pembangunan nasional.

Menempatkan kaum perempuan sejajar dengan kaum laki-laki dalam pembangunan nasional, perempuan ternyata mampu berperan penting dan berprestasi dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya dan olahraga tanpa meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan. Kaum Ibu atau perempuan dapat berperan dengan melihat dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi.

Banyak hal lain yang disampaikan oleh Ibu Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana ini, terkait kehidupan keluarga supaya harmonis, kemudian bagaimana mengasuh dan membimbing anak-anak dalam keluarga dengan harapan menjadi anak-anak yang nantinya berguna buat semua.

Disampaikan juga untuk mempererat tali silahturahmi, persaudaraan dan kekeluargaan di antara ibu-ibu sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana sehingga dapat menjadi saling mengenal dan menjadi panutan bagi orang lain.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab untuk mendapatkan masukan ataupun saran yang berguna untuk memajukan organisasi Persit KCK ke depannya.

Korem 162/WB Gelar Sunatan Massal dan Arak-Arakan Jaran Kamput

Korem 162/WB menggelar acara sunatan massal 1.000 anak dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika dan Hari Infanteri Tahun 2015, Minggu (20/12) bertempat di Lapangan Eks Bandara Selaparang. 

Selain melaksanakan kegiatan sunatan massal, Korem 162/WB juga menggelar arak-arakan Jaran Kamput yang merupakan kesenian tradisional Sasak. Kesenian Jaran Kamput ini bertujuan untuk menghibur anak-anak yang akan disunat, sebanyak 110 Jaran Kamput yang diiringi dengan musik tradisional Suku Sasak yaitu Pereret dan Gendang Beleg mengarak anak-anak yang akan disunat berjalan mengelilingi Jalan Udayana dan kembali ke tempat acara sunatan yaitu di Eks Bandara Selaparang. 

Dalam kesempatan tersebut Danrem 162/WB Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, S.T.,M.Si., membuka acara sunatan massal sekaligus melepas arak-arakan Jaran Kamput. Danrem berharap kegiatan yang dilaksanakan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, karena seperti kita ketahui bahwa bagi umat Islam Khitan (Sunat) merupakan hal yang wajib untuk dilaksanakan, untuk itu dengan adanya kegiatan sunatan massal ini tentu akan membantu masyarakat yang belum mampu melaksanakan Khitan bagi anaknya karena kendala faktor ekonomi. 

Dalam acara sunatan massal para pesertanya tidak hanya berasal dari Kota Mataram, namun juga dari seluruh wilayah yang ada di Pulau Lombok. Hadir dalam acara tersebut kapolda NTB, Dandim se Pulau Lombok, Dan/Ka/Pa Satdisjan Korem 162/WB, Perbakin, Tokoh Agama, Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 162 serta tamu undangan lainnya.

Kodim 1622/Alor Bersama Pemkab Alor Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia

Kodim 1622/Alor bersama Pemkab Alor melaksanakan acara Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon Kabupaten Alor Tahun 2015, Sabtu (19/12) di Kelurahan Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara, Alor.

Kegiatan penanaman pohon dipimpin langsung oleh Bupati Alor Drs. Amon Djobo dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Alor, Kasdim 1622/Alor, Waka Polres Alor, Ketua PN Kalabahi, Pimpinan SKPD Pemkab Alor, Para Camat, Danramil 1622-01/Kalabahi, Lurah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Anggota Koramil 1622-01/Kalabahi dan masyarakat sejumlah 200 orang.

Kegiatan ini mengambil tema " Ayo Kerja, Tanam Dan Pelihara Pohon Untuk Hidup Yang Lebih Baik". Gerakan penanaman pohon dilatar belakangi oleh perubahan iklim secara global yang dampaknya mengakibatkan terganggunya sistem tata air daerah aliran sungai, ancaman terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor atau kekeringan yang juga berimbas terganggunya ketahanan pangan.

Secara simbolis pada kegiatan ini dilaksanakan penanaman 200 anakan Pohon Mahoni dari 10.000 anakan dan penyerahan bibit Pohon Kemiri sebanyak 5.000 pohon.

Menurut Bupati Alor, pohon mempunyai fungsi begitu penting utamanya untuk menghasilkan oksigen, peningkatan cadangan air dan penurunan emisi.

Program penanaman pohon seharusnya tidak terhenti pada kegiatan ini tetapi harus berkesinambungan dalam rangka untuk merehabilitasi lahan kritis.

Momentum peringatan hari menanam pohon Indonesia diharapkan dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam gerakan penanaman 1 milyar pohon seperti apa yang diprogramkan oleh Kementerian Kehutanan RI dan Pemerintah Kabupaten Alor.