SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Selasa, 03 November 2015

Kodam IX/Udayana Gelar Apel Pengamanan VVIP Kunjungan Wapres India

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI M. Setyo Sularso bersama Waka Polda Bali Brigjen Pol Drs. I Nyoman Suryasta memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka Pengamanan VVIP Kunjungan Wakil Presiden India beserta Isteri dan rombongan di Provinsi Bali, Selasa (3/11) di Lapangan Lagoon Nusa Dua, Denpasar, Bali.

Rencana kunjungan Wakil Presiden India, Bapak HE. Mohammad Hamid Ansari beserta Isteri dan rombongan ke Provinsi Bali adalah dalam rangka memberikan kuliah umum dan meresmikan Patung Mahatma Gandhi di Universitas Udayana Jimbaran. 

Berkaitan dengan acara tersebut, agar pelaksanaan pengamanan VVIP nanti berjalan dengan lancar dan aman maka perlu dilaksanakan Apel Gelar Pasukan. Dengan tujuan untuk mengecek sejauh mana tingkat kesiapan pasukan pengamanan baik secara perorangan maupun satuan sesuai Prosedur Tetap (Protap) VVIP, sehingga tidak terjadi tumpang tindih maupun salah prosedur dalam pelaksanaannya.

Selain itu, apel gelar pasukan pengamanan ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk melaksanakan koordinasi antar unsur yang ada di lapangan, sehingga tidak terjadi kesalahan sekecil apapun dalam pelaksanaannya serta bila terjadi kendala di lapangan dapat segera diatasi.

Dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan VVIP, Kodam IX/Udayana selaku Koops Pam VVIP wilayah Bali Nusra dibantu Polda, Pemerintah Daerah setempat dan unsur pendukung lainnya selalu bersinergi untuk mencapai tujuan dan sasaran pengamanan secara optimal. Sehingga dengan adanya pengecekan melalui apel gelar pasukan ini mempertegas adanya kejelasan tugas, tanggung jawab dan rantai Komando yang efektif dan efisien. 

Dalam apel gelar pasukan tersebut, Pangdam IX/Udayana menekankan kepada seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Pengamanan VVIP untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dengan cara meningkatkan kepekaan terhadap segala kemungkinan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak lain, jangan ragu dalam bertindak dan tingkatkan koordinasi secara optimal dengan seluruh unsur yang terkait serta cermati perkembangan situasi secara terus menerus dan laporkan dengan segera bila terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan tugas.

Senin, 02 November 2015

Dandim 1626 /Bangli Ajak Warga Intropeksi Diri

Dandim 1626/Bangli Letkol inf Agus Wahyudi irianto ajak warga Desa Pekraman Langkan, Desa Landih, Kec. Bangli, Kab. Bangli, untuk sama-sama mengintropeksi diri, terkait permasalahan sosial yang terjdi beberapa waktu lalu, Jumat (30/10) di Makodim 1626/Bangli.

Kesalahpahaman yang membawa dampak permasalahan sosial di Desa Pekraman Langkan, Desa Landih, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli yang terjdi beberapa waktu lalu akhirnya terselesaikan dengan kedatangan para Tokoh Adat dan Tokoh Agama ke Kodim 1626/Bangli untuk meminta maaf. Kedatangan Prajura Adat Langkan yang diterima oleh Dandim 1626/Bangli didampingi Perwira Staf.

Pada kesempatan tersebut Komandan Kodim 1626 / Bangli memberikan nasehat dan wejangan yang intinya agar masyarakat Langkan sama-sama mengintropeksi diri demi kebaikan dan persatuan masyarakat Langkan. Kita hidup didunia ini tidak ada yang sempurna pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Dandim berharap ke depan jangan sampai ada Fitnah diantara warga dan jika ada permasalahan intern warga selesaikan dengan musyawarah. Segala permasalahan kalau sudah masuk ranah hukum, warga sendiri yang akan kena sangsi hukum. Jaman sekarang kita harus bisa berpikir rasional dan secara luas jangan sampai menuduh orang sembarangan tanpa ada bukti yang kuat, jangan ada rasa dendam, curiga, irihati dan semua itu diserahkan kepada karma masing-masing. Setelah selesai minta maaf ke Kodim 1626/Bangli selanjutnya para Prajuru Adat menuju ke kantor-kantor SPKS ( Satuan Penanganan Konplik Sosial ) lainnya.

Setelah diadakan permohonan maaf oleh Prajuru Adat dan masyarakat Langkan ke Muspida Bangli dan Team SPKS Bangli permasalahan sosial di Banjar Langkan sudah selesai dengan damai dan kekeluargaan. Diharapkan setelah ini masyarakat bisa hidup berdampingan seperti sedia kala. Sampai saat ini kondisi di Banjar Langkan relatif kondusif dan tetap dalam pengawasaan pihak berwajib.

Minggu, 01 November 2015

Penyuluhan Hukum Bagi Prajurit Dan PNS Korem 162/WB

Korem 162/WB melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum untuk Prajurit dan PNS yang disampaikan oleh Tim dari Kumdam IX/Udayana, Senin (2/11) di Aula Sudirman Makorem 162/WB, Mataram.

Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Korem 162/WB ini dimaksudkan selain untuk memberikan pengetahuan mengenai hukum yang berlaku dilingkungan militer bagi Prajurit dan PNS jajaran Korem 162/WB, juga dimaksudkan untuk memberikan penyegaran kembali mengenai apa yang menjadi kewajiban bagi prajurit maupun PNS dilingkungan TNI dan apa juga yang menjadi larangan sehingga berdampak sebagai suatu pelanggaran hukum baik secara hukum disiplin hingga hukum pidana. 

Selain itu juga, kegiatan penyuluhan hukum yang diikuti seluruh prajurit dan PNS Makorem 162/WB dan satuan dinas jawatan ini bertujuan, agar para anggota memahami dan mengetahui tentang hukum yang berlaku dilingkungan TNI, dengan mengetahui dan memahami tentang hukum yang ada dilingkungan TNI, maka kedepan diharapkan tidak ada lagi anggota yang melakukan pelanggaran. Antusias para anggota dalam mengikuti kegiatan penuyuluhan hukum tersebut sangat tinggi, hal ini terbukti dengan keseriusan para peserta dalam mengikutinya dan juga terlihat dari banyaknya anggota yang mengajukan pertanyaan setelah tim penyuluh menyampaikan materi mengenai hukum.

Kodim 1612/Manggarai Melalui Kerjasama Tanam Padi Amphibi Varietas Situ Bagendit dan Inpari 10

Kodim 1612/Manggarai yang bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT dan Kelompok Tani Ajuna 2 melaksanakan penanaman padi Amphibi Varietas Situ Bagendit dan Inpari 10, Sabtu (31/10) di Desa Watu Mori, 
Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Penanaman ini merupakan kerjasama hasil pembenihan padi antara Kodim 1612/Manggarai dengan BPTP NTT dan Kelompok Tani Arjuna 2 pada lahan seluas 2 Hektar.

Menurut Dandim 1612/Manggarai, Letkol Kavaleri Imron mengatakan bahwa pelaksanaan penanaman ini melibatkan unsur TNI dan anggota Kelompok Tani Arjuna 2. Hal ini sebagai wujud dari upaya khusus untuk mendukung tercapainya swasembada pangan dengan melaksanakan penanaman jenis bibit varietas unggul yang diharapkan pada masa tiga bulan ke depan akan memberikan hasil panen yang maksimal.

Kondisi musim kemarau seperti saat ini tidak begitu menjadi hambatan dalam mengolah lahan pertanian di daerah ini karena sistem irigasinya berjalan baik, sehingga penanaman padi dapat kita lakukan.

Danramil 1604-10/Batakte : Bekali Alumni PCTA Belneg

Danramil 1604-10/Batakte, Kapten Inf Tanuri memberikan pembekalan bela negara kepada Alumni Parade Cinta Tanah Air (PCTA), Sabtu (31/10) bertempat di Hotel Pelangi, Kupang.


Materi bela negara disampaikan kepada 175 orang pelajar Se NTT yang tergabung dalam organisasi PCTA yang berasal dari beberapa sekolah negeri dan swasta di NTT. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan dihadiri oleh instansi terkait seperti Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, dari TNI AU Lanud El Tari dan juga Polda NTT yang juga memberikan pembekan materi hukum kepada para peserta.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mencetak dan mendidik kader-kader tingkat pelajar untuk menanamkan cinta tanah air dan memiliki wawasan kebangsaan yang mantap. Dalam materi yang disampaikan oleh Danramil 1604-10/Batakte, Kapten Inf Tanuri menyampaikan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam Indonesia tempat dimana kita berpijak dan hidup, karena pada prinsipnya bila kita cinta kepada alam atau lingkungan serta memperlakukannya secara baik maka alampun akan memberikan keseimbangan yang sama, semisal kita akan terhindarkan dari bencana yang diakibatkan oleh faktor alam. Ini dapat dilakukan dari hal-hal yang kecil semisal tidak membuang sampah sembarangan ataupun membudyakan budaya menanam pohon yang akan baik untuk menambah hijau dan asrinya lingkungan sekitar kita.Kemudian ditekankan juga tentang arti penting persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang berbhinneka ini yang dapat diwujudkan dengan memiliki rasa kepedulian terhadap negara, cinta tanah air, patriotik serta bersikap toleran terhadap perbedaan yang ada yang sesungguhnya merupakan potensi yang luar biasa untuk merekatkan bangsa ini. Danramil juga berpesan kepada peserta untuk menjadi generasi muda yang dapat membawa kemajuan bangsa Indonesia yang mempunyai daya saing terhadap bangsa-bangsa lainnya