SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Senin, 07 September 2015

Masyarakat Perbatasan RI-RDTL menyerahkan senjata api dan munisi ke Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 744/ SYB

Dansatgas Letkol Inf. Yudi Gumilar, S.Pd. mengucapkan terimahkasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh kalangan dan masyarakat perbatasan atas segala kerjasama dan dukungan nyata Kemanungalan TNI rakyat di daerah perbatasan RI-RDTL khususnya daerah Kab Kupang, Kab TTU Sabtu (5/9) , masyarakat perbatasan dengan sukarela menyerahkan senjata api dan munisi yang dimiliki sejak masih terjadinya sengketa bersenjata tahun 1999 (timor-timur)

Kab Malaka terbukti sangat harmonis dengan tercapainya keberhasilan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 744/SYB menggalang masyarakat untuk menyerahkan senjata api dan munisi yang mereka simpan selama ini ke Satgas Pamtas Yonif 744/SYB. Berbagai kegiatan teritorial yang dilaksanakan oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 744/SYB benar-benar menyentuh dan membantu kesulitan masyarakat perbatasan. Kegiatan tersebut meliputi pengobatan massal, sunatan massal, berbagi kasih sembako dan alat tulis, penanaman pohon disepanjang daerah perbatasan, kegiatan agama bersama masyarakat, pelatihan pramuka, karya bhakti, mengajar disekolah perbatasan, olahraga bersama dan kegiatan sosialisasi sehari-hari oleh seluruh anggota satgas tentang situasi dan perkembangan wilayah perbatasan. Kegiatan teritorial ini disambut baik oleh seluruh masyarakat perbatasan.
Hasil dari harmonisnya hubungan anggota satgas dengan masyarakat adalah masyarakat perbatasan dengan sukarela menyerahkan senjata api dan munisi yang dimiliki sejak masih terjadinya sengketa bersenjata tahun 1999 (timor-timur). Sampai pada saat ini anggota Satgas Pamtas memperoleh senjata sebanyak :
- 1 Senjata organik laras panjang jenis Mouser Mod 98 buatan Jerman
- 45 Senjata laras panjang kopak/lontak musket jenis Spriengfield kal 15 mm 
- 11 Senjata rakitan ( 9 Pistol rakitan, 2 senjata laras panjang)
- 147 Butir munisi ( 73 butir munisi Mouser kal 7,9 mm, 28 butir munisi M 16 A1 kal 5,56 mm, 21 butir munisi AK kal 7,62 mm, 16 butir munisi SKS kal 7,62 mm, 3 butir pistol kal 22 mm, 4 butir munisi pistol Revover, 1 butir munisi pistol kal 9 mm, 1 butir munisi pistol kal 11 mm).

Dalam kesempatan ini Dansatgas Letkol Inf. Yudi Gumilar, S.Pd. mengucapkan terimahkasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh kalangan dan masyarakat perbatasan atas segala kerjasama dan dukungan nyata sehingga pelaksanaan Satgas Pamtas dapat berjalan dengan lancar dan aman. Sungguh suatu prestasi yang luar biasa dimana kita ketahui bersama sangat susah untuk meyakinkan masyarakat perbatasan untuk menyerahkan senjata api dan munisi secara sukarela, hal tersebut dikarnakan ketakutan masyarkat diproses secara hukum apabila diketahui memiliki senjata. Faktor lain adalah senjata tersebut merupakan peninggalan adat secara turun temurun sehingga dikultuskan menjadi pusaka keluarga. Akan tetapi dengan kesabaran, keikhlasan dan ketulusan serta pendekatan yang baik para anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 744/SYB berhasil meyakinkan para masyarakat perbatasan untuk menyerahkan senjata dan munisi untuk tidak disalah guna. (MMC IX/Udayana)

Minggu, 06 September 2015

Pantau Wilayah, Pangdam Touring Bersama.

Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Torry Djohar Banguntoro, bersama Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Hadi Kusnan beserta para pejabat teras Kodam IX/Udayana melaksanakan pemantauan wilayah dengan touring bersama pada Sabtu (5/9) dengan titik star di Mapomdam IX/Udayana.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan dengan tujuan untuk memantau wilayah khususnya di Provinsi Bali, adapun route yang dilalui pada kesempatan ini adalah titik star di Mapomdam IX/Udayana kemudian menuju Batu Bulan,Kedewatan, Payangan, Katung, Penelokan, Kedisan, Toya Bungkah, Pura Jati kemudian menuju Resto Resto Apung untuk beristirahat dan makan siang.
Kemudian kembali ke Denpasar dengan menempuh route pertigaan Kedisan, Penelokan, Sekardadi, Kayu Amba, Tampak Siring, Bedulu,Gwa Gajah,Mas, Batu Bulan dan kembali ke Denpasar dan finis di Mapomdam pada pukul 19.00 wita dengan selamat dan lancar.

Demikian kegiatan ini diprakarsai oleh Pangdam IX/Udayana dengan tujuan untuk lebih mengenal wilayah territorial sampai kepelosok-pelosok desa dan lebih akrab lagi dengan masyarakat, banyak manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan ini dengasn terjun langsung ke daerah-daerah. (MMC IX/Udayana)

Wisuda V D III Keperawatan AKPER Kesdam IX/Udayana

Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr, Danur Rendra, Sp. B, selaku Ketua Senat membuka Rapat senat terbuka Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana dalam rangka Wisuda, Pelantikan Pengambilan Sumpah Diploma III Keperawatan Angkatan V Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana pada hari Senin (5/9/2015) di Aula Makodam IX/Udayana.

Kegiatan Wisuda, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah ini, merupakan peristiwa yang sangat penting bagi setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendidikan, khususnya pendidikan Keperawatan, yang menandakan status peserta didik menjadi Tenaga Perawat yang profesional sesuai dengan Visi Akper Kesdam IX/Udayana yaitu Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Unggulan yang menghasilkan tenaga keperawatan profesional dalam bidang Kegawatdaruratan dan mampu bersaing secara Nasional.

Dalam meningkatkan skill profesi keperawatan yang profesional, handal dan mampu bersaing ditingkat Regional maupun Nasional, mahasiswa mahasiswa Akper Kesdam IX/Udayana, selalu dibentuk Jati Diri yang tangguh dan sikap Disiplin yang menyatu dalam jiwa dan kehidupan sehari-hari.Wisuda tahun ini merupakan Wisuda ke V, dimana jumlah Wisudawan adalah 119 orang terdiri dari mahasiswa umum 109 orang, Tugas Belajar dari TNI AD 10 orang.dari tahun ketahun, Akper Kesdam IX/Udayana telah mengalami peningkatan kelulusan, dari Wisuda I sampai dengan Wisuda V berjumlah 513 orang, ini menandakan bahwa Akper Kesdam IX/Udayana dapat diterima dan dipercaya dikalangan masyarakat, dalam mendidik dan mencetak seorang tenaga perawat yang handal dan profesional. Saat ini mahasiswa yang sedang mengikuti pendidikan dari Tk. I, II dan III berjumlah 376 orang terdiri dari 346 mahasiswa umum dan 30 orang Tugas Belajar.

Adapun lulusan terbaik Akper Kesdam IX/Udayana Tahun Akademik 2012/2013 :
1. Terbaik pertama atas nama “Ni Luh Evi Pratiwi” NIM. KP.05.12.001 dengan IPK 3,66 Predikat, dengan pujian.
2. Terbaik kedua atas nama “Ni Wayan Leoni Pawitria” NIM. KP.05.12.039 dengan IPK 3,44 Predikat, sangat memuaskan.
3. Terbaik ketiga atas nama “I Kadek Dodi Aryawan” NIM. KP.05.12.024 dengan IPK 3,39 Predikat sangat memuaskan.
Pada hari yang berbahagia ini, khususnya para Wisudawan yang telah menempuh pendidikan Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana Tahun Akademik 2012/2013, saya ucapkan selamat atas keberhasilan dalam menempuh pendidikan di Akper Kesdam IX/Udayana Denpasar. Mulai hari ini secara resmi saudara saudara berhak menyandang predikat atau gelar Ahli Madya Keperawatan. Dengan predikat atau gelar yang saudara sandang terkandung tanggung jawab yang amat besar namun mulia. Maka dari itu, pada kesempatan yang baik ini saya minta kepada saudara saudara agar senantiasa berupaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kesehatan.

Dan pada kesempatan ini saya juga menucapkan selamat kepada keluarga besar Akper Kesdam IX/Udayana atas keberhasilannya mendidik tenaga kesehatan, yang kita harapkan nantinya dapat bersama sama mengatasi masalah kesehatan masyarakat Bali.

Hadir pada acara Wisuda Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Akper Kesdam IX/Udayana Tahun Akademik 2012/2013 : Para Pejabat jajaran Kodam IX/Udayana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dirut RSUP Sanglah Denpasar, Koordinator Kopertis Wilayah Bali Nusra, Ketua Perwakilan Yayasan Wahana Bhakti Kharya Husada Bali, Direktur Bank BNI KCU Renon, Ketua/Kepala Institusi Pendidikan Kesehatan se Provinsi Bali, Direktur/Kepala Rumah Sakit lahan praktik dan praktik magang Akper Kesdam IX/Udayana dan para orang tua/pendamping Wisudawan /Wisudawati dan seluruh tamu undangan. (MMC IX/Udayana)

Danrem 163/WSA melepas peserta Jasera yang digelar RRI

Danrem 163/WSA kolonel inf i nyoman Cantiyasa bersama sama dengan Pejabat Wali Kota Denpasar Drs AA Gede Griya MH dan Kepala Stsiun RRI Made Ardika sh.mm melepas peserta Jasera Jalan Sehat radio dalam rangka rangkaian HUT 70 RRI Minggu (6/7) di kantor RRI jln Hayamwuruk Denpasar.

Ratusan Prajurit PNS Kodam IX/Udayana ikut serta memeriahkan Jasera jalan sehat radio yang merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke 70 RRI. Kegiatan jasera ini di ikuti dari berbagai kalangan berbaur dengan masyarakat Denpasar. Jasera kali ini mengambil rute jln Hayamwuruk, jalan Jayagiri, jln Raya Renon, jln Drupadi dan kembali ke Hayamwuruk dengan menempuh jarak 5 km.

Pada kesempatan tersebut danrem 163/WSA menyampaikan bahwa sangat bangga melihat semangat para peserta Jasera yang digelar oleh RRI kali ini, Danrem bangga rangkaian jalan sehat radio juga menggelar lomba menggambar yang melibatkan para tunas tunas bangsa, danrem meyakini dengan sering diadakanya kompotisi maka akan menanamkan semangat untuk menang dalam mengisi kehidupannya nanti Tegas Danrem. Selanjutnya danrem mengharapkan RRI selalu menjadi lembaga penyiaran sebagai corong dan mendidik anak anak Bangsa.

Peserta setelah melaksanakan kegiatan jalan santai dihibur dengan pergelaran musik dan lagu serta berbagsi hadiah disiapkan untuk pengundian kupon jasrra, seperyi hadiah utama sepeda motor dan hadiah hadiah hiburan lainnya. (MMC IX/Udayana)

Korem 161/WS membantu warga mengatasi kesulitan air bersih

Komandan Detasemen Perbekalan dan Angkutan Korem 161/Wira Sakti Letkol Cba Adrianus Gatot beserta anggota Kamis (03/09/15) membntu warga mengatasi kesulitan air bersih dengan membagikan air bersih kepada masyarakat di Kota Kupang.

Kemarau panjang yang melanda kota Kupang akhir-akhir ini telah membawa dampak penurunan debit air disejumlah sumber mata air di kota Kupang dan kabupaten Kupang.Distribusi air dari PDAM kota Kupang maupun PDAM Tirta Lontar kabupaten Kupang menjadi terhambat sehingga warga kesulitan untuk mendapatkan air.Karena itu, Detasemen Perbekalan dan Angkutan Korem 161/WS memberikan perhatian masyarakat khususnya desa Oelomin, kec. Nekamese kab. Kupang berupa pembagian air bersih pada dua lokasi yakni di RT. 04/RW 03 sereta RT. 06/RW 04.

Terfina Ola, warga desa Oelomin saatmenerima bantuan air bersih kepada Koran Victory News mengatakan sangat terbantu dengan adanya perhatian dari TNI AD berupa pendistribusian air bersih. “Pada bulan Agustus merupakan masa yang sulit bagi kami dalam mendapatkan air bersih, bahkan kami hanya mengandalkan air sumur sebagai sumber air dengan kedalaman mencapai 30 meter dan sebagian besar sumur kami mulai mengalami kekerinagn,” jelasnya. Warga lainnya Lazarus Bilaut menambahkan, sulitnya air di wilayah tempat tinggalnya karena tekstur tanah yang kering dan tidak mampu menyimpan cadangan air tanah, sehingga banyak sumur yang mengering akibat kemarau panjang. Bahkan untuk mendapatkan air, warga terpaksa harus menempuh jarak dua kilo meter di embung dengankedalaman 12 meter. Jika dioptimalkan, embung tersebut dapat membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan air bersih selama musim kemarau panjang. Jika tidak, tambahnya, untuk kebutuhan konsumsi air bersih masyarakat harus membeli air bersih dari tangki air yang penggunaannya bisa selama satu minggu. “Kami harus membeli air tangki dengan harga Rp 70.000 denganukuran 5000 liter yang hanya bisa dipergunakan selama satu minggu,” jelasnya.

Komandan Detasemen Perbekalan dan Angkutan Korem 161/Wira Sakti Letkol Cba Adrianus Gatot dilokasi pembagian air mengatakan, pembagian air bersih ini merupakan bentuk perhatian dari TNI AD kepada masyarakat yang membutuhkan air sehingga bisa meringankan beban yang merasa kesulitan dalam memperoleh air bersih.“Kami sifatnya hanya membantu masyarakat secara swadaya dan air ini dibagikan secara gratis bagi warga yang membutuhkannya,” demikian dikatakan Danden Bekang.Danden Bekang juga menambahkan bahwa dalam melaksanakan kegiatan tersebut, pihaknya menjalin koordinasi dengan Koramil, Kodim dan Babinsa setempat sebagai pembina teritorial, sedangkan Bekang sifatnya hanya membantu saja.“Alasan memilih desa Oelomin, karena menurut pantauan kami masyarakat desa tersebut sangat susah dalam memperolah air bersih,” kata Danden Bekang.Selanjutnya untuk kedepan Bekang akan terus melaksanakan kegiatan serupa kepada masyarakat yang membutuhkan akan ketersediaan air bersih. Dalam sistem pendistirbusian, sesuai pantauan media (VN) air bersih yang didistribusikan ke masyarakat, selain diisikan langsung kedalam bak penampung, masyarakat juga berbondong-bondong menyerbu tangki air dari Bekang dengan membawa berbagai perlengkapan angkut air seperti ember, jerigen bahkan ada yang membawa drum. (MMC IX/Udayana)