SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Senin, 18 Mei 2015

Danrem 162/WB Hadiri Acara di Ponpes Darul Chalidi NW

Danrem 162/WB Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, S.T. M.Si. menghadiri acara peringatan HUT ke-5 dan Haul ke-3 Ponpes Darul Chalidi NW yang bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj, Sabtu (16/5) di Kec. Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Selain menghadiri peringatan HUT dan HAUL, Danrem 162/WB Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, S.T. M.Si., juga melaksanakan silaturrahmi dengan Pimpinan dan seluruh pengurus serta jamaah Ponpes Darul Chalidi NW sekaligus bersilaturrahmi dengan Syeikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber yang pada kesempetan tersebut beliau hadir sebagai penceramah dari Iman Masjid Nabawi Madinah.

Melalui peringatan Isra Mi’raj, HUT dan HAUL tersebut, diharapkan seluruh umat Muslim dapat mengambil hikmahnya dan mendapatkan suatu pelajaran penting dalam memaknai peristiwa Isra’ Mi’raj serta mampu meneladani sifat-sifat dan ajaran dari Nabi Besar Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan pada diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Acara peringatan HUT dan HAUL Ponpes Darul Chalidi NW yang bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj tersebut, dihadiri juga oleh Kapolda NTB dan setelah kegiatan selesai diakhiri dengan acara foto bersama.

Korem 161/Wira Sakti : Bangun Lapangan Tembak, Sekaligus Buka Akses Ekonomi dan Pariwisata

Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Achmad Yuliarto disela-sela peninjauan Lapangan Tembak Korem 161/Wira Sakti mengatakan, setidaknya ada tiga aspek manfaat yang diperoleh dengan dibangunnya lapangan tembak ini yang sekaligus merupakan wujud nyata Kemanunggalan TNI - Rakyat, Aplikasi 8 Wajib TNI khusus point ke delapan yaitu Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya dan Penerapan Tugas TNI Operasi Militer Selain Perang khususnya membantu pemerintah daerah, Sabtu ( 16/05) di Desa Oetmananu, Kec. Kupang Barat , Kabupaten Kupang.
.
Ketiga aspek tersebut, Lanjut Danrem 161/Wira Sakti, yang pertama adalah sebagai upaya pembinaan satuan dalam memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit jajaran Korem 161/Wira Sakti dalam bidang menembak. Menembak adalah kemampuan perorangan yang harus di miliki oleh setiap Prajurit Korem 161/Wira Sakti, sesuai dengan standard TNI AD yang telah ditetapkan. Kemampuan menembak sulit tercapai apabila tidak mempunyai lapangan tembak yang aman dan representatif.

Kemudian yang kedua adalah jalan yang dibangun dari jalan utama menuju lapangan tembak ini, selain menuju ke lapangan tembak, juga membuka akses perekonomian masyarakat menuju daerah persawahan seluas kurang lebih 3 Ha. Dimana selama ini masyarakat kesulitan dalam membawa hasil pertanian karena belum adanya jalan produksi pertanian yang memadai.

Lapangan tembak yang dibangun selama 3 minggu diatas tanah seluas 1,5 Ha ini, juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana olah raga masyarakat dan mendukung Pariwisata NTT. Disamping Propinsi Nusa Tenggara Timur memiliki bibit atlet-atlet potensial yang dirasakan perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan kita bersama, lokasi Lapangan Tembak ini juga mempunyai potensi pariwisata sebagai upaya inovatif dan kreatif Korem 161/Wira Sakti untuk membantu Pemerintah Daerah Propinsi NTT dalam menambah PAD ( Pendapatan Asli Daerah ) Propinsi Nusa Tenggara Timur, jelas Danrem 161/Wira Sakti.

Lebih lanjut, bahwa lapangan tembak yang memiliki tinggi tanggul sasaran tembak 6 meter, siring lebar 1 meter dan dalam 2 meter dengan jarak tembak 100 meter, kedepan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, diantaranya adalah tempat parkir, kamar mandi, toilet Putra/Putri, gudang, musholla serta sarana prasarana pendukung olah raga lainnya. Diharapkan kedepan bisa menjadi salah satu alternatif tujuan wisata domestik maupun internasional di Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebelum dilaksanakan berbagai even penting di akhir bulan Mei dan bulan Juni nanti, direncanakan pada Jumat ( 22/5) akan dilaksanakan acara adat Sirih Pinang di Lapangan Tembak Korem 161/Wira Sakti yang di hadiri oleh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

Turut mendampingi Danrem 161/Wira Sakti dalam kegiatan ini adalah Sekretaris Perbakin Propinsi NTT, Oyama beserta pengurus Perbakin NTT lainnya, para Kasi Korem 161/Wira Sakti, Dandim 1604/Kupang dan Para Danka Balak Aju Jajaran Korem 161/Wira Sakti.

Kodam IX/Udayana Gelar pasukan dalam rangka Pengamanan ICMM

Sebanyak 1.869 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan Konferensi Kedokteran Militer Dunia (ICMM) ke-41, yang akan dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla (18/2) di Nusa Dua, Kabupaten Badung.


Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Ronny Sompie, yang ditemui setelah memimpin Apel gelar pasukan di Lapangan Laguna, Nusa Dua, menjelaskan bahwa Polda Bali telah melakukan pemetaan pengamanan yang dilakukan mulai dari kawasan bandara hingga arena konferensi."Kawasan bandara harus diantisipasi hingga lokasi menjadi titik rawan pengamanan. Kami menempatkan anggota di titik rawan itu," katanya selaku Wakil Panglima Komando Operasi Pengamanan ICMM ke-41.Selain petugas gabungan TNI dan Polri itu, ia juga melibatkan petugas keamanan dari pemerintah daerah setempat termasuk Pecalang atau petugas keamanan adat Bali."Kekuatan adat Bali dalam menjaga budaya sangat luar biasa oleh karena itu adanya Pecalang menjadikan pengamanan makin lengkap.Tim pengamanan gabungan juga menyiapkan petugas cadangan yang disiagakan oleh Kodam IX/Udayana dan Polda Bali.Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Hadi Kusnan menjelaskan bahwa 2.000 personel gabungan TNI Polri, 1.200 personel tersebut berasal dari jajaran Kodam IX/Udayana. Kasdam menjelaskan bahwa konferensi itu akan dihadiri oleh para delegasi yang merupakan dokter militer dari 98 negara yang telah melakukan konfirmasi kehadiran."Kami mendapat informasi delegasi yang hadir dari 98 negara yang merupakan para dokter militer dari unsur militer di darat, udara dan laut. Hadir pada gelar pasukan Pengamanan ICMM diantaranya para asisten Kasdam IX/Udayana, Kabalak Jajaran Kodam IX/Udayana, Para pejabat dari Polda Bali serta para pejabat pemerintah daerah setempat.

Tumpek Landep Di Kodim 1616/Gianyar

Kodim 1616/Gianyar dalam rangka merayakan Hari Raya Tumpek Landep melakukan kegiatan penyucian terhadap barang yang terbuat dari logam (16/5), hal ini memang perlu dilakukan karena akan memberikan perlindungan terhadap pemakai baik dari kendaraan maupun senjata khususnya umat Hindu di Kodim 1616/Gianyar.

Kegiatan persembayangan dipimpin oleh Pemangku Kodim 1616/Gianyar secara khidmat terhadap semua jenis material dari logam.Secara niskala semua benda dari logam memiliki unsur yang dipercaya dapat berpengaruh kepada penggunanya sehingga dengan adanya kegiatan Tumpek Landep ini pengaruh yang baik akan berimbas kepada penggunanya terlebih sebuah senjata.Diharapkan nilai kearifan lokal yang ada dalam perayaan Tumpek Landep dapat memberi pengaruh yang baik khususnya bagi warga Kodim 1616/Gianyar.

Kembali Babinsa Tangkap Pengedar Pupuk Palsu

Kodim 1620/Loteng kembali menemukan pupuk palsu jenis SP-36, Pupuk SP-36 palsu milik bapak H. Azhar yang ditemukan oleh Serda Faisal, Babinsa yang bertugas di wilayah Desa Gemel, Kamis (14/5) di Desa Gemel, Kec. Jonggat, Kab. Loteng.

Sungguh sangat disayangkan, para pengedar pupuk palsu masih saja menghantui para petani walaupun beberapa pengedar pupuk palsu telah diamankan. Seperti kejadian yang berhasil diungkap oleh Serda Faisal ketika mencurigai dan menanyakan dari mana asal pupuk SP-36 yang dimiliki oleh Bapak H. Azhar. Lalu Pak H. Azhar mengatakan, bahwa pupuk tersebut diperoleh dari Bapak H. Sahri yang merupakan petugas PPL Desa Bare Julat. Setelah bertemu dengan H. Sahri, Serda Faisal Babinsa Desa Gemel kemudian menanyakan apakah pupuk miliknya asli atau palsu, dengan keras Pak H. Sahri menjawab, kalau pupuk milikinya asli. Setelah ditanya kembali oleh Babinsa apa ia mengetahui perbedaan pupuk palsu dengan yang asli, pemiliki pupuk tersebut langsung terdiam, apalagi ketika Serda Faisal menjelaskan perbedaan antara pupuk palsu dengan pupuk yang asli. 

Setelah melakukan introgasi Serda Faisal kemudian menghubungi Danramil selanjutnya, Danramil menghubungi UPT TAN, agar mengecek ke TKP dan UPT untuk melakukan tes tentang keaslian pupuk tersebut dan pupuk sebanyak 58 karung yang diduga palsu itu selanjutnya diamankan oleh Polres Loteng. 

Dengan adanya ketanggapan para Babinsa dilapangan, diharapkan kedepan tidak ada lagi oknum-oknum yang merugikan para petani dengan mengedarkan pupuk palsu yang dapat merusak tanaman dan menurunkan hasil panen padi para petani.