SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Senin, 23 Maret 2015

Danramil 1606-02/Tanjung Pelopori Buka Akses Jalan Kampung

Anggota Koramil 1606-02/Tanjung melaksanakan karya bhakti membuka /melebarkan jalan kampung yang menghubungkan antara Kampung Sampak dengan Kampung Medain pada Rabu (19/3) di Kelurahan Tegal Manja Kec. Tanjung Kab. KLU. Kampung Sempak merupakan salah satu Kampung yang masuk dalam wilayah Kelurahan Tegal Manja Kec.Tanjung Kab.KLU. Kampung Sempak yang berjarak kurang lebih 4 Km dari jalan Desa/Kelurahan Tegal Manja dengan jumlah penduduk + 250 orang mayoritas bercocok tanam. Tidak mudah untuk bisa sampai di Kampung Sempak tersebut karena disamping terbatasnya akses atau jalan yang menghubungkan Dusun tersebut, juga dikarenakan jalan yang dimiliki oleh warga hanya jalan setapak. Satu-satunya jalan yang dipakai oleh warga untuk beraktifitas sehari-harinya hanyalah jalan tersebut dan hal ini sudah berjalan bertahun - tahun. Melihat kondisi yang demikian setelah diadakan pertemuan kampung yang dimotori oleh kepala Desa Tegal Manja dan Kapten Inf Sugundo Danramil 1606-02/Tanjung, warga yang mempunyai tanah sepanjang jalan sepakat untuk menghibahkan tanahnya untuk dijadikan jalan demi kepentingan bersama dengan pelebaran 2 M. 
Dengan terbuka akses jalan yang menghubungkan kedua desa tersebut Bapak Rusdi yang merupakan kepala desa Tegal Manja dan Komandan Koramil 1606-02 mengaharapkan kepada warganya untuk bersama- sama merawat jalan tersebut, sehingga dengan demikian kedepan dengan terbukanya akses jalan tersebut mampu meningkatkan taraf hidup warga setempat, karena bukan pejalan kaki saja yang melewatinya, tetapi kendaraan roda empat juga bisa masuk, dan masyarakat dengan mudahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(MMC IX/Udayana).

Babinsa Kawal PupuK

Korem 162/WB dengan jajarannya telah melakukan berbagai macam kerja sama dengan instansi lain terkait pendampingan dan penyuluhan kepada para petani.yang berhubungan dengan masalah pupuk. Kebutuhan akan pupuk terutama pupuk urea selama ini terjadi kelangkaan di tingkat petani sehingga menjadi fenomena tersendiri, padahal dalam rangka menuju swasembada pangan pemerintah telah mengalokasikan masalah pemenuhan pupuk untuk diprioritaskan pada kebutuhan dalam negeri, demikian juga masalah harga pupuk khususnya pupuk bersubsidi pemerintah telah menentukan harga eceran tertinggi di tingkat pengecer.
Kelangkaan pupuk selama ini sebenarnya bukan akibat produksi yang rendah atau adanya gangguan di lini produksi, tapi penyebabnya justru pada kegiatan distribusi dan penyaluran pada tingkat petani di daerah. Seperti apa yang terjadi selama ini petani tetap menjadi korban orang-orang yang mementingkan dirinya sendiri dengan cara penimbunan pupuk, pengoplosan, hingga penyalahgunaan masalah pendistribusian pupuk bersubsidi yang tidak tepat pada sasaran.
Dengan adanya nota kesepakatan antara Menpan dengan TNI dalam rangka mensukseskan program swasembada panganPara Babinsa di daerah wilayah binaannya masing-masing akan selalu melaksanakan pemantauan dan pengawalan, bila ternyata ditemukan adanya indikasi penyelewengan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi akan segera dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Terbukti kemarin salah satu bentuk penyelewengan yang dilakukan oleh oknum RH, setelah diadaka pengintaian berhari-hari oleh anggota Koramil Gerung saat bongkar muat pupuk di pelabuhan Lembar, yang bersangkutan secara diam-diam RH membawa 93 karung pupuk curah dengan tidak melalui Gudang, dan rencana pupuk tersebut akan dibawa ke daerah Lombok Timur.Untuk keterangan lebih lanjut yang bersangutan diserahkan kepihak polsek Gerung.(MMC IX/Udayana).

Korem 162/WB Uji Ketangkasan Yongmoodo

Pada hari Kamis (19/3) seluruh anggota jajaran Korem 162/WB dan satuan dinas jawatan melaksanakan kegiatan uji kenaikan tingkat Yongmoodo dari sabuk putih ke sabuk kuning di Lapangan Makorem 162/WB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para personel prajurit dalam memahami setiap gerakan Yoongmodo yang selama ini dilatihkan. Beladiri Yoongmodo ini merupakan salah satu ilmu beladiri yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI AD baik kelompok Perwira, Bintara, dan Tamtama.
Setiap personel harus mampu menguasai setiap gerakan yang ada pada beladiri Yongmoodo. Korem 162/WB yang merupakan satuan kewilayahan tetap harus melatih beladiri Yoongmodo ini karena tidak hanya bertujuan untuk membela diri semata, namun juga untuk menguji ketangkasan para prajurit sehingga nantinya dapat menunjang pelaksanaan tugas. Selain itu beladiri Yoongmodo juga sebagai syarat bagi para anggota untuk UKP, oleh karena itu diharapkan para anggota dapat melaksanakan kegiatan latihan Yoongmodo dengan teratur dan disiplin, agar hasil yang diperoleh dapat maksimal.(MMC IX/Udayana).

Sinergitas Jajaran Kodim 1619/Tabanan dan Polres Amankan Pawai Ogoh-Ogoh

Kegiatan pawai ogoh-ogoh yang digelar secara serempak dan merata di seluruh wilayah Kab.Tabanan pada Jumat (20/3) sejak siang hingga malam hari ini merupakan wujud pelestarian budaya yang hingga saat ini tetap dipertahankan. 
Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindhu Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhuta) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan biasanya dalam wujud Raksasa. Dalam perkembangannya selain wujud Raksasa, Ogoh-ogoh saat ini sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada (Sorga dan Neraka) seperti Naga, Tikus, Anjing dan lain sebagainya.
Dalam fungsi utamanya, Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Raya Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling Desa pada sore hari (Pangrupukan) sehari sebelum Nyepi yang melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia) yang akan mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia beserta isinya menuju kebahagiaan atau kehancuran, tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.
Namun di satu sisi seiring perkembangan jaman pawai Ogoh-ogoh ini juga dapat membawa kerawanan antara lain perkelahian karena beberapa oknum peserta ada yang memulai kegiatan dengan minum-minuman keras meskipun aparat keamanan selalu melarang dan bahkan melakukan razia. Inilah yang menjadi latar belakang perlunya sinergitas jajaran Kodim 1619/Tabanan dan Polres untuk ikut memantau kegiatan secara melekat meski secara adat para Pecalang telah mengatur mekanisme pengamanan baik kedalam ataupun keluar.
Hari ini, seluruh prajurit yang beragama Hindu diberikan libur Fakultatif, namun bagi prajurit Kodim 1619/Tabanan khususnya yang menjabat sebagai Babinsa tetap melaksanakan dinas dan masing-masing bergabung dengan Banjar atau Desa Adatnya mengiringi pawai Ogoh-ogoh yang dikendalikan oleh para Danramil langsung dari lokasi kegiatan yang terpusat di setiap Kecamatan. Demikian halnya dengan aparat Kepolisian seluruhnya total dikerahkan kejalanan untuk mengamankan kegiatan tersebut. Kita semua berharap kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada satupun kegiatan negatif yang tentunya akan mengganggu kesucian perayaan Nyepi di seluruh wilayah Kab.Tabanan. (MMC IX/Udayana).

Minggu, 22 Maret 2015

Babinsa Desa Manggis Jaga Keamanan

Babinsa Desa Manggis Koramil 1623-05/Manggis Kodim 1623/Karangasem, Serda Ketut Galung Astika memberikan pengarahan kepada sekehe ogoh-ogoh agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertibaan pada saat prosesi pengarakan ogoh-ogoh yg akan di laksanakan nanti 20/3)sore pkl 17.00 wita.

Hal ini perlu disampaikan kepada para pengusung adalah untuk menganrisipasi agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, antisipasi ini berdasarkan pengalaman yang swudah lalu didaerah lain banyak terjadi gesekan-gesekan yang tidak diinginkan. (MMC IX/Udy).