SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Senin, 16 Maret 2015

Babinsa Tumbu Laksanakan Pendampingan Pemupukan Tanaman Padi

Babinsa Tumbu Serda I Made Suarsana melaksanakan kegiatan pendampingan kepada petani pada Sabtu (14/3) bertempat di Subak Kuum Desa Tumbu dalam rangka pemupukan tanaman padi dengan menggunakan pupuk TSP. Petani membeli pupuk di subak dengan harga Rp 110.000/50kg dengan demikian diharapan hasil panen yang akan dicapai bisa lebih baik dan meningkat dari panen-panen sebelumnya, sesuai program dari pemerintah dalam rangka mendukung swasembada pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan. (MMC IX/Udayana)

Kodim 1626/Bangli Laksanakan Komsos KBT di Pengotan

Kodim 1626/Bangli melaksanakan kegiatan komunikasi sosial KBT (Keluarga Besar Tentara) pada Minggu (15/3) yang dilaksanakan di Balai Banjar Desa Pengotan Kec. Bangli. 
Tujuan kegiatan adalah untuk mejalin silahturahmi antara personel TNI AD yang masih berdinas aktif dengan para veteran dan purnawirawan serta keluarga besar TNI, disamping itu kegiatan tersebut juga sebagai tempat bertukar informasi tentang kebijakan dari pimpinan TNI AD sehingga kebijakan tersebut dapat diterima dan turut serta berperan aktif dalam mendukung serta mensukseskan program tersebut.
Selain sebagai tempat bertukar informasi disampaikan pula beberapa materi pengetahuan secara teori dan diskusi seperti materi Wawasan Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Penyaji materi disampaikan oleh Kasdim 1626/Bangli Mayor Inf M Kasim S.Ag dan Pasiter Kodim 1626/Bangli Kapten Inf I B Mahendra.serta Perwira Kodim 1626/Bangli secara bergiliran. Diharapkan penyampaian materi tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta Komsos KBT yang diselenggarakan oleh Kodim 1626/Bangli.
Kegiatan Komsos KBT tersebut dihadiri oleh para veteran PPAD, Pepabri, PPM dan FKPPI Kabupaten Bangli berjumlah sekitar 75 orang. (MMC IX/Udayana)

Minggu, 15 Maret 2015

Danramil-01 Kodim 1619/Tabanan, Nyepi Damai

Perayaan Nyepi Tahun Caka 1937 di Bali khususny, dipandang perlu untuk mendapatkan perhatian khusus oleh semua pihak. Sementara itu di tingkat Kecamatan, dalam bidang keamanan guna tetap memelihara situasi agar tetap kondusif diperlukan sinkronisasi dan sinergitas kegiatan baik oleh Staf Kecamatan, Koramil, Polsek dan Pecalang Adat serta pihak lain yang terlibat.

Atas dasar itulah pada Hari Sabtu 14/3/2015 Danramil-01/Tabanan Kodim 1619/Tabanan Kapten Inf Thatit Yudha Wicaksana melaksanakan Komsos yang dikemas dalam kegiatan Rakorpam Nyepi Tahun Caka 1937 di Makoramil setempat. Acara dihadiri oleh Muspika beserta staf, Babinsa dan Babinkamtibmas wilayah Kecamatan Tabanan, Pecalang dan Prajuru Adat serta beberapa Tokoh Agama/Pemuda.

Beberapa persoalan yang didiskusikan antara lain mengenai bagaimana tehnis pengamanan dan mekanisme kegiatan khususnya yang bersifat emergency di wilayah dikarenakan saat perayaan Nyepi pada tanggal 21 sd 22 Maret 2015 nanti seluruh aktifitas akan dibatasi. Selama ini peran adat cukup kuat dalam mengendalikan kegiatan masyarakat adat, namun tetap diharapkan adanya koordinasi dengan pihak keamanan baik itu Polri atau TNI di wilayah.

Makna Hari Raya nyepi itu sendiri meliputi Amati Geni yaitu tidak menyalakan api/lampu dan tidak mengumbar/mengobarkan hawa nafsu, Amati karya yaitu tidak melakukan kegiatan/kerja fisik melainkan tekun melakukan penyucian rohani, Amati lelungan yaitu tidak bepergian kemana-mana melainkan senantiasa mulat sarira/mawas diri di rumah masing-masing dan Amati lelanguan yaitu tidak mengadakan hiburan/rekreasi atau kesenangan lainnya. Namun seiring kemajuan jaman ada beberapa pengecualian/dispensasi yang secara adat telah diatur oleh Desa Pekraman/Desa adat/banjar seperti evakuasi orang sakit, melahirkan, kepancabayaan (musibah) dan situasi khusus lainnya.

Menurut Parisada Hindu Dharma Indonesia Propinsi Bali sendiri dijelaskan terdapat beberapa Pedoman dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang akan dilaksanakan oleh seluruh umat Bali diantaranya rangkaian Upakara (Upacara) Melis/Melasti/Mekiyis, Bhatar Nyejer di Pura Desa/Bale Agung, Upakara Tawur Kesange dan sebagainya yang dilaksanakan sebelum Hari Raya Nyepi dan diakhiri dengan Ngerupuk (Pengerupukan) pada Hari Kumat 20/3/2015 baik di tingkat Desa, Banjar atau rumah tangga. Disaat Ngerpuk inilah Danramil-01/Tabanan menilai selama ini ada potensi kerawanan konflik antar warga khususnya saat pawai Ogoh-ogoh sehingga untuk mengantisipasinya peserta sepakat dilarang melakukan minum minuman keras, membawa senjata tajam dan melewati batas wilayah banjar/Desa sesuai kesepakatan adat sehingga tidak mengganggu kekhidmatan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1937 di wilayah Kecamatan Tabanan.(MMC IX/Udy).

Koramil-01 Kodim 1619/Tabanan Kawal Upacara Melasti

Sabtu 14/3/2015 menjelang tengah malam di Pura Puseh adat Kota Tabanan dilaksanakan Upakara Melasti yang diikuti oleh seluruh warga beragama Hindu khususnya yang berdomisili di 23 Banjar Adat setempat dengan total peserta ribuan orang.

Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari ray Nyepi oleh seluruh umat Hindu di Bali yang digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk di masa lalu dan membuangnya ke laut. Melasti juga adalah moment pembersihan dan penyucian benda sakral milik pura (pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya). Benda-benda tersebut diarak dan diusung mengelilingi desa untuk menyucikan desa. Pelaksaaan upacara Melasti dilengkapi dengan berbagai sesajian dimana pada Ibukota provinsi dilakukan Upacara Tawur, tingkat kabupaten dilakukan upacara Panca Kelud, pada tingkat kecamatan dilakukan upacara Panca Sanak, pada tingkat desa dilakukan upacara Panca Sat dan di tingkat banjar dilakukan upacara Ekasata Sedangkan di masing-masing rumah tangga, upacara dilakukan di natar merajan.

Untuk mensukseskan kegiatan itulah tiap-tiap Koramil secara otomatis telah bergabung dalam kegiatan bersama para anggota Polsek dan Pecalang mengamankan jalannya prosesi adat. Koramil-01/Tabanan Kodim 1619/Tabanan sendiri sejak awal telah mengorganisir anggotanya untuk melaksanakan pengamanan mulai dari titik kumpul awal di Pura Desa hingga pantai Yeh Gangga yang terletak di Desa Sudimara Kecamatan Tabanan termasuk pengamanan rute. Iring-iringan rombongan Melasti akan berjalan kaki menuju Pantai Yeh Gangga dan diperkirakan akan sampai di lokasi sekitar Pukul 02.00 wita yang dilanjutkan rangkaian upacara hingga menjelang Pukul 04.00 wita. Usai kegiatan peserta kembali berjalan ke pura puseh adat kota Tabanan. Semoga kegiatan berjalan lancar.(MMC IX/Udy).

Danramil-04 Kodim 1619/Tabanan Gelar Rakor Pam Perayaan Nyepi

Rangkaian kegiatan perayaan Nyepi khususnya di wilayah Bali memiliki keunikan dan kekhasan dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia mengingat Mayoritas penduduk di Bali beragama Hindu. Cukup banyak kerawanan yang perlu diantisipasi pada rangkaian kegiatan perayaan tersebut sehingga diperlukan koordinasi yang matang antar aparat keamanan, para tetua adat dan khususnya Polri serta Pecalang (Pam Swakarsa Adat).

Hari ini Sabtu, (14/30) pukul 08.30 sd 11.00 Wita bertempat di Makoramil 04/Kediri Kodim 1619/Tabanan Danramil setempat Kapten Inf Gede Atmawijaya atas perintah Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Choiril Anwar, S.Sos telah melaksanakan rapat koordinasi keamanan perayaan Nyepi di wilayah Kecamatan Marga yang membahas tentang kerawanan akan potensi konflik, sinergitas tindakan keamanan dan penekanan ulang tentang ketentuan pelaksanaan rangkaian perayaan Nyepi Tahun Caka 1937 Tahun Caka sebagaimana yang telah diatur baik oleh Pemprov Bali, Pemda Tabanan dan Parisada Hindu Dharma Pusat/Ropinsi agar masyarakat khususnya umat Hindu bisa melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan hidmat, lancar dan kondisi wilayah tetap terpelihara kondusip.

Peserta rapat yang diundang antara lain Muspika baik dari Koramil-04/Kediri Kodim 1619/Tabanan, Camat beserta staf dan Polsek Kediri, Pecalang Se-Kecamatan Kediri, prajuru adat dan beberapa tokoh pemuda. Penekanan unsur Muspika pada dasarnya adalah sama yang pada intinya agar seluruh peserta kegiatan mempelopori dan ikut menjaga/memelihara keamanan karena memang ada beberapa kegiatan yang dinilai mengandung kerawanan konflik antar warga khususnya saat kegiatan Pengerupukan. Masing-masing agar mempedomani ketentuan sesuai ketentuan dalam surat edaran Gubernur Bali tentang pedoman pelaksanaan hari Raya Nyepi tahun Caka 1937, Surat Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia No.287/Parisada Pusat/2015 tentang pedoman pelaksanaan hari Raya Nyepi tahun caka 1937 dan Surat Ketua Parisada Hindu Dharma Bali No.86/SE/Parisada Bali/2015 tentang Pedoman pelaksanaan hari Raya Nyepi tahun caka 1937 yang akan jatuh pada tanggal 21 Maret 2015 nanti serta ketentuan-ketentuan khusus yang telah disepakati.

Penekanan khusus kuga diberikan antara lain nanti pada saat pelaksanaan Acara Pengerupukan menjelang Nyepi pada hari Jumat sore tanggal 20 Maret 2015 yang rawan konflik antar Banjar, selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2015 mulai Pukul 06.00 s.d tanggal 22 maret 2015 dimana saat itu banyak Masyarakat yg meninggalkan rumahnya pulang kampung dalam rangka melaksanakan Nyepi di daerahnya, atau bahkan ada beberapa warga yang keluar wilayah Bali. Sehingga dalam hal ini perlu diantisipasi dan memelihara koordinasi antara Aparat TNI/Polri serta Pecalang di masing-masing wilayah.
Kegiatan diakhiri dengan tanya jawab dan coffe morning selanjutnya kepada para undangan diminta agar mensosialisasikan hasil Rakor pagi ini kepada warga masing-masing yang akan didukung oleh Babinsa/Babinkamtibmas sesuai wilayah tanggung jawabnya.
.(MMC IX/Udy).