SELAMAT DATANG DI BLOG MOBILE MEDIA CENTER UNTUK MENGIKUTI BERITA TERBARU TENTANG KODAM IX/UDAYANA DAN BALI NUSRA

Senin, 02 Maret 2015

Babinsa Ramil 04/Np Bantu Petani Nusa Penida.

Kodim 1610/Klungkung, merupakan satuan Kowil di wilayah Prop.Bali. Yg mana Satter ini mempunyai wilayah daratan dan juga kepulauan. Hal ini tentunya berbeda dengan Satter di wilayah. Prop Bali lainnya. Adapun 2 wilayah tersebut adalah : wilayah daratan ( Kec.Klungkung, Kec. Banjarangkan dan Kec. Dawan ), sedangkan untuk wilayah kepulauan ( Kec. Nusa Penida ). Dari data Demografi wilayah, tentunya didapat perbedaan mata pencarian. Unuk diketahui, masyarakat daratan mempunyai mata pencarian bercocok tanam dan industri garam, sedangkan masyarakat di wilayah kepulauan Nusa Penida, memanfaatkan potensi budi daya rumput laut dan juga sektor pariwisata 'Water Sport. . Dari hal tesebut diataslah yg membedakan sektor kegiatan Swa Sembada pangan yg saat ini lagi galak-galaknya dilakukan oleh TNI AD. Khususnya Kodim 1610/Klk, yang saat ini fokus membantu masyarakat petani padi dan petani rumput laut dalam memenuhi target Swa swambada pangan, sesuai dengan himbauan Presiden Joko Widodo .
Masyarakat kepulauan Nusa Penida, merupakan penghasil budi daya rumput laut no 1 di Bali, hasil ini kebanyakan di olah untuk industri rumah tangga berupa makanan dan juga industri kecantikan. Yg mana semua itu dapat membantu perekonimian masyarakat setempat. Khususnya di desa Suane, Jungut Batu, Peth dan Nusa Lembongan. . Peran babinsa koramil 04/Nusa Penida dalam membantu dan melaksanakan pendampingam budi daya rumput laut tersebut sangatlah dominan. Dari pemilihan benih rumput laut hingga penyiangan dan menjaga arus laut agar tanaman tersebut tetap bisa berkembang. Kegiatan pendampingan tersebut sangat bermanfaat bagi para petani dan nelayan di sekitar kepulauan. Disaat tidak melaut, mereka melaksanakan pembudidayaan rumput laut. Tentunya peran babinsa lambat laun dapat membantu mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat di wil. tersebut.( MMC IX/Udayana )

DANDIM 1619/TABANAN LAKSANAKAN SOSIALISASI MASUK PRAJURIT TNI AD

Sabtu pagi (28/2/) di SMA 1 Tabanan para siswa siswi telah berkumpul di Aula sekolah yang menyerupai bunker bawah tanah persiapan mengikuti ceramah sosialisasi rekruitmen prajurit TNI AD oleh Kodim 1619/Tabanan bersama Tim sosialisasi Ajendam IX/Udy.

Tak berselang lama, Dandim 1619/Tabanan yang didampingi Pasipers Kodim 1619/Tabanan Lettu Inf I Nengah Sudiana, Bintara Personel dan Babinsa setempat beserta 3 orang Tim Sosialisasi pimpinan Lettu Caj Lalu Rahman memasuki ruangan, tentu saja diantar oleh Kasek SMA 1 dan beberapa Guru.

Letda Caj Lalu Rahman selaku Katim sosialisasi berkesempatan pertama memberikan penjelasan kepada para siswa siswi tentang persyaratan menjadi prajurit TNI AD, waktu pendaftaran dan jenis-jenis sumber prajurit serta proses pendidikannya.

Di akhir sosialisasi, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Choiril Anwar, S.Sos mengambil waktu untuk memberikan kesimpulan dan memberikan motivasi, dorongan semangat serta himbauan agar para siswa siswi menjalani pendidikan si bangku sekolah dengan sebaik baiknya, mengarahkan bahwa Bangsa Indonesia sangat berharap besar pada generasi mudanya untuk membentuk negara Indonesia yang siap bersaing dengan bangsa lain.

Selama kegiatan antusiasme siswa siswi cukup baik dan sekian banyak pertanyaan dijawab tuntas dengan penjelasan yang sangat gamblang.

Kegiatan yang merupakan penjabaran dari program kegiatan bidang personel TNI AD ini bertujuan untuk mendapatkan calon-calon prajurit TNI AD yang berkualitas baik dari aspek kualitas fisik dan khususnya mental. Kedepan TNI AD akan dihadapkan pada kompleksitas tantangan global sehingga sudah sekian tahun ini TNI AD melakukan upaya rekruitmen secara pro aktif guna mendapatkan sumber daya manusia terbaik dari seluruh wilayah tanah air.(MMC IX/Udy).
 

DIALOG DANREM 161/WIRA SAKTI DENGAN DPD RI NTT

Penanganan Perbatasan RI RDTL tidak terkoordinasi dengan baik oleh Pemerintah Pusat, selama ini Masalah perbatasan ditangani oleh Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ), baru kemudian Kemendagri, melalui BNPP ( Badan Nasional Penanganan Perbatasan), koordinasi dengan Kementrian terkait, Hal ini tentunya tidak efektif dan tidak efisien,mengingat begitu banyaknya permasalahan di Perbatasan, demikian disampaikan DPD RI NTT Ibrahim Agustinus Medah, usai melaksanakan dialog dengan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Achmad Yuliarto, Jumat ( 27/02 ), di Ruang Kerja Danrem 161/Wira Sakti.

Lebih Lanjut, Ibrahim Agustinus Medah, terkait dengan hal tersebut saya sangat setuju dengan ide Pak Danrem tentang pembentukan lembaga khusus penanganan perbatasan RI RDTL. Kemendagri terlalu sibuk dengan berbagai macam urusan, sehingga penanganan Perbatasan belum berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Ide Danrem 161/Wira Sakti ini sangat Luar Biasa Strategisnya.

Pemerintah Pusat harus memperhatikan masalah perbatasan RI –RDTL secara serius, sehingga masyarakat di perbatasan mendapatkan pelayanan yang baik. Wilayah Perbatasan RI- RDTL ini merupakan salah satu Beranda Terdepan RI, tegas Ibrahim A. Medah.

Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Achmad Yuliarto, menambahkan tentang pentingnya pembentukan lembaga khusus penanganan perbatasan, karena lembaga yang ada saat ini BNPP ( Badan Nasional Penanganan Perbatasan ) perlu untuk di evaluasi kembali karena tidak efektif dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya. BNPP berada dibawah naungan Kementrian Dalam Negeri ( Kemendagri ), baru kemudian melaksanakan koordinasi dengan 15 Kementerian, sedangkan Kemendagri sudah sangat sibuk sekali dengan tugas pokoknya. Dengan demikian, maka beberapa persoalan yang sangat strategis tidak tertangani dengan baik

Sehingga lembaga tersebut, jelas Danrem 161/Wira Sakti, merupakan Lembaga Bersama yang terdiri dari semua elemen yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menata dan mengelola perbatasan.

Selain masalah penanganan perbatasan, dalam dialog tersebut dibicarakan juga tentang Pembentukan Kodam di Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Terkait hal tersebut, Ibrahim Agustinus Medah, menjelaskan bahwa sebagaimana telah direncanakan Pangdam IX/Udayana tentang Pembentukan Kodam, NTT sangat layak untuk mempunyai Kodam sendiri, karena NTT berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Saya berjanji, jika usulan pembentukan Kodam ini sampai ke DPD RI, kami akan berjuang keras untuk mewujudkannya,.

Selain hal diatas, Ibrahim A. Medah, mengatakan bahwa Luas wilayah NTT juga menjadi salah satu pertimbangan pembentukan Kodam. Wilayah NTT yang merupakan propinsi kepulauan, dan terdiri dari ribuan pulau serta 22 kabupaten/ kota, tentunya menjadi kendala dan hambatan tersendiri bagi Korem 161/Wira Sakti dalam melaksanakan tugasnya. Belum lagi jika dihadapkan dengan ketersediaan sarana prasarana serta Alutsista yang ada pada saat ini. Saatnya Korem 161/Wira Sakti di tingkatkan statusnya menjadi Kodam.

Tentang Pembentukan Kodam, Danrem 161/Wira Sakti, menyampaikan bahwa Korem 161/Wira Sakti telah mengusulkan hal ini sesuai dengan Jalur Komando yaitu kepada Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro. Tentang hal ini, telah di sampaikan juga oleh Pangdam IX/Udayana pada saat Kunjungan Kerja Tim Komisi I DPR RI, Senin ( 23/01 ), di Korem 161/Wira Sakti. (MMC IX/Udy)
 

DANDIM 1622/ALOR BERI PENGARAHAN TENTANG “PROXY WAR”

Komandan Kodim1622/Alor Rem 161/Wira Sakti Dam IX/Udayana Letkol Inf Eben Ezer Lumban Tobing memberikan materi “Proxy War” kepada para peserta Rapat Koordinasi Pamong Praja Tingkat Kabupaten Alor pada Hari Senin (23/2) di Aula Gereja Pola Tribhuana Kalabahi. Kegiatan rapat koordinasi Pamong Praja berlangsung sehari diikuti oleh seluruh Kepala Desa/Lurah, Camat, pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Alor dan kantor/badan lainnya serta dibuka secara resmi oleh Bupati Alor Drs. Amon Djobo.

Sebagai narasumber/pemateri dalam kegiatan tersebut Dandim 1622/Alor, Kapolres Alor dan Ketua PN Kalabahi dengan topik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi dihadapkan dengan perkembangan situasi dan kondisi wilayah Kabupaten Alor ke depan.

Letkol Inf E. E. Lumban Tobing sebagai pemateri pertama dalam kegiatan tersebut membawakan materi tentang bagaimana implementasi kebijakan Kodim 1622/Alor dalam mendukung pembangunan daerah Kabupaten Alor seperti peran serta Kodim dalam turut serta membantu menjaga dan meningkatkan stabilitas keamanan di wilayah agar tetap kondusif, pemberantasan Miras dan judi, mendukung program swasembada pangan, menyiapkan lapangan kerja kepada para generasi muda melalui pembinaan para bakal calon prajurit TNI, penyiapan potensi alam menjadi tempat wisata dan mendukung kegiatan Tim Ekspedisi NKRI Koridor NusraSubkorwil-7/Alor selama 4 bulan di Alor. Disamping itu, Dandim juga memberikan pembekalan tentang Proxy War kepada para peserta Rakor sebagai bahan masukan dan atensi kepada para aparatur pemerintahan untuk mengantisipasi perkembangan situasi dalam era globalisasi dunia saat ini dihadapkan dengan ketersediaan sumber energi bumi yang semakin berkurang dan dampak ikutannya. (MMC IX/Udy)

Gabungan TNI perkuat Menwa Serbu Yeh Gangga

 Kawasan Pantai Yeh Gangga terletak di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan memanjang dengan pasirnya yang hitam, berlatar panorama indah dengan ketenangan nuansa alam menjabjikan kenyamaan para pengunjung yang datang terlebih di saat matahari terbenam atau Sunset. Namun dibalik keindahan itu, kondisi Pantai Yeh Gangga disaat surut sering meninggalkan tumpukan sampah di sepanjang garis pantai dikarenakan adanya Muara Sungai yang disaat hujan membawa sampah dari wilayah Kota Tabanan ke Muara sehingga menumpuk dan cukup mengganggu keindahan.
Itulah yang mendasari Korps Menwa Ugrasena D-903/Pasung Gerigis UNHI Denpasar menjadikannya sasaran kegiatan Karya Bhakti Menwa Ugrasena Bali selaras dengan salah satu sasaran rutin Serbuan Teritorial Kodim 1619/Tabanan dan Program Pemberdayaan Wilayah Maritim Lanal Benoa.

Sabtu (28/2) pukul 08.30 wita ditentukan menjadi "Jam Serbuan" yang diawali dengan apel kesiapan pasukan di pelataran parkir Pantai Yeh Gangga. Komposisi pasukan yang hadir cukup beragam, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Choiril Anwar, S.Sos membawa Babinsa sejumlah 60 orang, Palaksa Lanal Benoa Mayor Laut (P) I Gusti Putu Wesnaya mengikutsertakan 50 orang, Polres Tabanan menyertakan Babinkamtibmas dan Polair Pos Yeh Gangga dipimpin Wakapolres Tabanan Kompol I Putu Dedi, Bupati Tabanan yang diwakili Camat Tab

Serbuan yang "massive" ini bertujuan untuk Meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah keindahan alam Bali dan cinta kepada lingkungan, memelihara Sinergitas/kerjasama antara Menwa Ugracena Bali satuan D-903/Pasung Gerigis UNHI, TNI dan Pemerintah Daerah dalam pengabdiannya kepada lingkungan/masyarakat sekaligus merupakan sinergitas pelaksanaan program tahunan Menwa yang selaras dengan Program Serbuan Teritorial wilayah darat TNI AD Kodim 1619/Tabanan serta pembinaan wilayah maritim TNI AL yang diwenangi oleh Lanal TNI AL Benoa. Selain itu kegiatan juga dimaksudkan untuk membina Soliditas, persatuan dan kesatuan antar elemen masyarakat serta memberikan bantuan kepada masyarakat dan mempelopori upaya menjaga kebersihan lingkungan pantai.

Selaras dengan tujuan tersebut, ditinjau dari aspek religius diyakini bahwa pertemuan antara air sungai dan laut adalah tempat suci sehingga Muara Sungai yang ada di pantai Yeh Gangga perlu dijaga kesuciannya. Selain itu juga dari aspek ekologi, lingkungan laut/pantai/pesisir perlu dijaga kebersihannya karena laut adalah penyerap energi terbesar yang akan menguap dan secara hidrologi berubah menjadi hujan sehingga laut harus tetap bersih. Sementara itu tinjauan dari aspek Budaya diharapkan kelestarian pesisir pantai tetap terjaga guna menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Akhirnya kegiatan berjalan dengan lancar dan aman atas berkat serta rahmat Ida Sang Hyang Widi Wasa. (MMC IX/Udy).